BREAKING Selamat datang di FolksInsight.com I Informasi Berbasis Data, Perspektif Berbasis Fakta.
MARKET LIVE
Columbus | Awan tersebar | 21°C

PSSI Murka! Suporter Rusuh di Jepara Dinilai Lupa Tragedi Kanjuruhan, Larangan Away Masih Berlaku

PSSI Murka! Suporter Rusuh di Jepara Dinilai Lupa Tragedi Kanjuruhan, Larangan Away Masih Berlaku
"Ini suporternya lupa sama "Tragedi" Kanjuruhan dan lain-lain. Jadi, mereka lupa sepertinya. Itu yang membuat kami sedih juga," kata Arya dengan nada prihatin.
FolksInsight.com - Kericuhan yang melibatkan oknum suporter Persijap Jepara dan Persis Solo pada Kamis, 5 Maret 2026, mendapat respons keras dari PSSI. Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, menyayangkan insiden tersebut dan menilai para suporter seolah melupakan Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan lebih dari 130 orang pada 2022 lalu.

Arya mengungkapkan kekecewaannya saat ditemui awak media di Lapangan C Senayan, Jakarta, pada Jumat, 6 Maret 2026. Menurutnya, aksi anarkis yang terjadi di Jepara menunjukkan bahwa sebagian suporter masih belum belajar dari peristiwa kelam sepak bola Indonesia.
Ads

"Ini suporternya lupa sama [Tragedi] Kanjuruhan dan lain-lain. Jadi, mereka lupa sepertinya. Itu yang membuat kami sedih juga," kata Arya dengan nada prihatin.

Ia menegaskan bahwa PSSI sebenarnya sudah mengeluarkan larangan bagi suporter untuk melakukan perjalanan tandang (away) guna mencegah terjadinya bentrok antarkelompok. Namun, aturan tersebut masih saja dilanggar.

"Sebenarnya kami sudah bilang tidak boleh away [tandang], tapi tetap saja dilanggar. Kemarin juga ada itu satu pertandingan away, itu bagus antarsuporter," ujarnya.

Sebelumnya, hubungan antarsuporter sempat menunjukkan tren positif, sehingga muncul desakan agar PSSI membuka kembali izin suporter tandang. Namun, insiden di Jepara justru menjadi bukti bahwa potensi kerusuhan masih mengintai.
Ads

"Kami berharap teman-teman suporter bisa ingat janji kita ketika masuk stadion itu bajunya putih, keluar juga bajunya putih, jangan ada warna lain yang membuat kita celaka," pesan Arya.

Ia juga mempertanyakan esensi dari aksi kekerasan yang terjadi. "Buat apa kita harus ada korban-korban lagi, emosi yang ada di situ terus, buat apa. Itu jadi pertanyaan kita juga. Maka dari itu, sampai sekarang kami tetap membuat larangan away," tegasnya.
Ads

Akhir Musim yang Rawan

Arya mengakui bahwa situasi kompetisi pada akhir musim ini cukup rawan. Tidak hanya di kasta tertinggi Liga 1, tetapi juga di kasta kedua Liga 2 (Championship). Persaingan ketat di papan atas untuk memperebutkan gelar juara, serta perjuangan sengit di papan bawah untuk menghindari degradasi, berpotensi memicu friksi antarsuporter.

" Sekarang kami sedang diskusi. Kenapa diskusi? Di PSSI kami sedang diskusi, karena sekarang lagi menuju kondisi-kondisi yang rawan, kan ini menuju akhir [musim]," ucap Arya.

PSSI kini tengah berdiskusi untuk mencari langkah terbaik dalam menjaga kondusivitas pertandingan di sisa musim. Salah satu opsi yang terus dipertahankan adalah larangan suporter tandang, meskipun langkah ini kerap menuai protes dari pecinta sepak bola tanah air.

Dengan masih segarnya ingatan akan Tragedi Kanjuruhan, PSSI berharap semua pihak, terutama suporter, dapat lebih dewasa dalam menyikapi rivalitas. Keselamatan dan keamanan harus menjadi prioritas utama di atas segalanya.

FolksVoice

Lihat Semua
Sony Novian

Sony Novian

Co-Founder of Katagonia Language Solutions

Eksklusif 06 Mar 2026

Di Balik Mikrofon: Hal-Hal yang Tidak Pernah Didengar Publik dari Seorang Interpreter

Tapi tahukah Anda? Semua itu terbayar lunas ketika dua pihak yang berbeda bahasa bisa berjabat tangan dengan hangat, ketika kontrak senilai miliaran rupiah ditandatangani, atau ketika misi kemanusiaan berhasil dijalankan. Di balik mikrofon, saya tidak mencari tepuk tangan. Saya hanya ingin dunia ini sedikit lebih terhubung.

Sony Novian

Sony Novian

Co-Founder of Katagonia Language Solutions

Eksklusif 06 Mar 2026

Ketika Bahasa Menjadi Jembatan, Bukan Sekadar Kata

Dalam banyak pertemuan internasional yang saya hadiri, saya sering menyaksikan bagaimana satu kata yang diterjemahkan dengan nuansa yang sedikit berbeda dapat mengubah suasana sebuah diskusi. Bahasa tidak hanya membawa makna, tetapi juga emosi, konteks, dan kadang juga strategi.

Berita Terkait

Komentar 0 Komentar

Tulis Komentar

Anda harus login untuk berkomentar.

Login / Daftar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!