BREAKING Selamat datang di FolksInsight.com I Informasi Berbasis Data, Perspektif Berbasis Fakta.
MARKET LIVE
Columbus | Awan tersebar | 23°C

Wasit Dipukul, Jurnalis Diintimidasi! PSSI Murka atas Ricuh Malut United vs PSM

Wasit Dipukul, Jurnalis Diintimidasi! PSSI Murka atas Ricuh Malut United vs PSM
"PSSI sangat menyayangkan kejadian tersebut, dan tentu ini menjadi catatan penting bagi kami. Kami sangat tidak menginginkan hal-hal seperti ini terjadi, apalagi di I League [Super League]. Klub-klub strata pertama yang sebenarnya hal-hal seperti ini tidak bisa lagi terjadi," ujar Yunus.
FolksInsight.com - Liga Super Indonesia kembali tercoreng oleh insiden kekerasan dan intimidasi. Pertandingan antara Malut United melawan PSM Makassar di Stadion Kie Raha, Ternate, pada Sabtu, 7 Maret 2026, yang berakhir dengan skor dramatis 3-3, harus diakhiri dengan aksi tidak terpuji dari oknum suporter dan ofisial tuan rumah.

Pasca peluit panjang dibunyikan, wasit Thoriq Alkatiri menjadi sasaran kemarahan dan dilaporkan mendapat pukulan dari oknum suporter. Tak berhenti di situ, seorang ofisial Malut United juga diduga melakukan intimidasi terhadap jurnalis yang meliput pertandingan. Ofisial tersebut memaksa wartawan untuk menghapus video terkait insiden perlakuan terhadap wasit.
Ads

PSSI pun angkat bicara dan menyatakan kekecewaan mendalam atas insiden yang mencoreng wajah sepak bola nasional ini.

PSSI: Sangat Menyayangkan

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, melalui rekaman suara yang diterima media, menegaskan bahwa pihaknya sangat menyayangkan kejadian tersebut. Ia menilai tindakan kekerasan dan intimidasi seharusnya tidak lagi terjadi, apalagi di kasta tertinggi kompetisi sepak bola Indonesia.

"PSSI sangat menyayangkan kejadian tersebut, dan tentu ini menjadi catatan penting bagi kami. Kami sangat tidak menginginkan hal-hal seperti ini terjadi, apalagi di I League [Super League]. Klub-klub strata pertama yang sebenarnya hal-hal seperti ini tidak bisa lagi terjadi," ujar Yunus.
Ads

Ia menekankan bahwa segala bentuk tindak kekerasan, baik terhadap wasit maupun media, tidak dapat ditoleransi. "Penting bagi kami, baik itu pemukulan terhadap wasit, pada media dan lain-lain. Kami berharap ini menjadi yang terakhir dan mohonlah kawan-kawan klub, apalagi di sana ada official yang ditengarai. Kita berharap apa pun yang terjadi, apalagi tidak ada kesalahan fatal yang dilakukan," tegasnya.

Bola di Tangan Komdis
Ads

Yunus menambahkan bahwa persoalan ini kini telah diserahkan sepenuhnya kepada Komite Disiplin (Komdis) PSSI untuk ditindaklanjuti. Komdis akan menyelidiki insiden dan memutuskan sanksi yang sesuai bagi pihak-pihak yang terbukti bersalah.

"Mengapa hal-hal ini dilakukan dan terulang-ulang. Tentu ini juga menjadi bahan dari komite disiplin untuk mengambil sebuah keputusan. Dan PSSI menyerahkan semuanya. Menyerahkan semuanya kepada komdis [Komite Disiplin], apapun keputusannya, semua pihak harus menerimanya," ucap Yunus menegaskan.

Seruan untuk Klub dan Suporter

PSSI berharap seluruh klub Super League dapat mengambil pelajaran dari insiden ini. Manajemen klub diminta lebih tegas dalam memberikan arahan kepada pelatih, ofisial, pemain, dan terutama suporter untuk selalu bersikap bijak dan tidak bertindak di luar batas.

"Sekali lagi kami berharap, hal-hal seperti ini jangan lagi terjadi karena ini juga tidak baik bagi atmosfer sepak bola Indonesia, kompetisi I-League kita dan kita jaga bersama-sama," pungkas Yunus.

Insiden di Ternate ini menjadi alarm keras bagi sepak bola Indonesia. Meski kompetisi berjalan sengit, sportivitas dan keamanan harus tetap menjadi prioritas utama. Kekerasan dan intimidasi hanya akan merusak citra dan kemajuan sepak bola Tanah Air.

FolksVoice

Lihat Semua
Sony Novian

Sony Novian

Co-Founder of Katagonia Language Solutions

Eksklusif 06 Mar 2026

Di Balik Mikrofon: Hal-Hal yang Tidak Pernah Didengar Publik dari Seorang Interpreter

Tapi tahukah Anda? Semua itu terbayar lunas ketika dua pihak yang berbeda bahasa bisa berjabat tangan dengan hangat, ketika kontrak senilai miliaran rupiah ditandatangani, atau ketika misi kemanusiaan berhasil dijalankan. Di balik mikrofon, saya tidak mencari tepuk tangan. Saya hanya ingin dunia ini sedikit lebih terhubung.

Sony Novian

Sony Novian

Co-Founder of Katagonia Language Solutions

Eksklusif 06 Mar 2026

Ketika Bahasa Menjadi Jembatan, Bukan Sekadar Kata

Dalam banyak pertemuan internasional yang saya hadiri, saya sering menyaksikan bagaimana satu kata yang diterjemahkan dengan nuansa yang sedikit berbeda dapat mengubah suasana sebuah diskusi. Bahasa tidak hanya membawa makna, tetapi juga emosi, konteks, dan kadang juga strategi.

Berita Terkait

Komentar 0 Komentar

Tulis Komentar

Anda harus login untuk berkomentar.

Login / Daftar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!