FolksInsight.com - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memangkas jumlah entitas dalam grupnya dari 41 menjadi 24 perusahaan melalui program streamlining pada 2026. Pengurangan sebanyak 17 entitas usaha ini dilakukan melalui 17 aksi korporasi strategis yang mencakup merger, divestasi, likuidasi, hingga konsolidasi vertikal antar entitas usaha.
Langkah konsolidasi ini bertujuan menciptakan tata kelola yang lebih efektif serta operasional yang lebih efisien. Selain itu, Pelindo juga akan memperkuat fokus pada bisnis inti guna membangun struktur korporasi yang lebih ramping dan meningkatkan daya saing sektor logistik serta maritim nasional.
Transformasi di tubuh Pelindo merupakan bagian dari gelombang konsolidasi BUMN yang lebih luas. Kepala BP BUMN yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyatakan bahwa streamlining BUMN harus memastikan setiap perusahaan fokus pada bisnis inti, memiliki tata kelola yang kuat, dan mampu memberikan nilai tambah nyata bagi negara dan masyarakat.
Selain Pelindo, sejumlah BUMN lain juga menjalani proses serupa, seperti PT Perkebunan Nusantara (PTPN) yang memangkas entitas dari 65 menjadi 18 perusahaan, PT Pupuk Indonesia dari 42 menjadi 15 perusahaan, serta PT Telkom Indonesia yang akan memangkas 34 anak usaha. Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan jumlah entitas BUMN menyusut menjadi sekitar 250 perusahaan setelah seluruh proses transformasi selesai.
Sumber: CNN Indonesia
Link Berita: CNN Indonesia
