OLAHRAGA
Olahraga Lain
Konflik Timur Tengah Memanas, MotoGP Qatar 2026 Terancam Batal!
Tim Redaksi
05 Mar 2026 19:37
3,226 kali
Gambar Ilustrasi
Meski demikian, Ezpeleta belum bisa memastikan pembatalan secara resmi. Ia masih menunggu perkembangan situasi dan rekomendasi dari pihak berwenang. "Kita harus menunggu, saya tidak bisa mengatakan sekarang bahwa kita tidak akan pergi. Kami telah berbicara dengan Qatar sejak hari Minggu, dan kami akan membuat keputusan. Kemungkinan kecil kita akan pergi ke Qatar pada 12 April, tetapi saya tidak bisa mengatakan bahwa kita tidak akan pergi," ucapnya.
FolksInsight.com - Kekhawatiran kini menyelimuti gelaran MotoGP musim 2026. Dorna Sports, selaku penyelenggara, mulai meragukan kepastian MotoGP Qatar yang dijadwalkan berlangsung pada April mendatang. Penyebabnya tak lain adalah konflik yang masih memanas di kawasan Timur Tengah, melibatkan Iran, AS, dan Israel yang mulai berdampak pada sejumlah negara Teluk.
MotoGP Qatar di Sirkuit Lusail sejatinya akan menjadi seri keempat musim ini, dijadwalkan bergulir pada 10-12 April 2026, setelah seri pembuka di Brasil dan Amerika Serikat. Namun, situasi geopolitik yang tidak menentu membuat rencana tersebut kini berada dalam tanda tanya besar.
Carmelo Ezpeleta, CEO Dorna sekaligus CEO MotoGP Sports Entertainment, mengakui sulitnya menggelar balapan di Qatar pada situasi saat ini. Dalam pernyataannya di Madrid, Ezpeleta mengungkapkan bahwa pihaknya terus berkomunikasi dengan pihak Qatar untuk memantau perkembangan terkini.
"Apakah mungkin untuk mengganti ke tanggal lain? Jangan khawatir. Kami selalu memiliki rencana B," kata Ezpeleta seperti dikutip dari Crash.
Meski demikian, Ezpeleta belum bisa memastikan pembatalan secara resmi. Ia masih menunggu perkembangan situasi dan rekomendasi dari pihak berwenang. "Kita harus menunggu, saya tidak bisa mengatakan sekarang bahwa kita tidak akan pergi. Kami telah berbicara dengan Qatar sejak hari Minggu, dan kami akan membuat keputusan. Kemungkinan kecil kita akan pergi ke Qatar pada 12 April, tetapi saya tidak bisa mengatakan bahwa kita tidak akan pergi," ucapnya.
Yang menarik, Ezpeleta menegaskan bahwa jika MotoGP Qatar terpaksa batal digelar sesuai jadwal, opsi yang lebih mungkin diambil adalah perubahan tanggal, bukan perubahan lokasi. Ia memastikan tidak ada sirkuit pengganti yang disiapkan untuk menggelar seri tersebut di tempat lain.
"Pergi ke tempat lain? Tentu tidak. Apakah itu akan sesuai dengan jadwal? Kami sangat pandai membuat jadwal. Kami akan segera mengetahui sesuatu, tentu saja. Kami menunggu mereka memberi tahu kami sesuatu. Masih ada waktu," tutur Ezpeleta.
Pernyataan ini memberikan sedikit kelegaan bagi para penggemar MotoGP. Setidaknya, seri Qatar masih mungkin tetap digelar, hanya saja waktunya mungkin diundur ke tanggal yang lebih aman. Dorna dikenal memiliki fleksibilitas dalam menyusun ulang jadwal balapan, sebagaimana terbukti saat pandemi Covid-19 melanda beberapa tahun lalu.
Konflik yang melibatkan Iran, AS, dan Israel memang telah meningkatkan ketegangan di kawasan Teluk. Serangan balasan dan ancaman perang terbuka membuat sejumlah negara tetangga, termasuk Qatar, berada dalam siaga tinggi. Situasi ini tentu tidak ideal untuk menggelar even internasional berskala besar seperti MotoGP yang akan didatangi ribuan kru, pembalap, jurnalis, dan penonton dari berbagai negara.
Keselamatan seluruh elemen yang terlibat dalam ajang balap motor paling bergengsi di dunia ini menjadi prioritas utama Dorna. Keputusan final kemungkinan baru akan diumumkan dalam waktu dekat, setelah evaluasi menyeluruh dan konsultasi dengan pemerintah Qatar serta otoritas keamanan terkait.
Jika MotoGP Qatar benar-benar batal atau diundur, ini akan menjadi pukulan telak bagi kalender balap musim 2026. Jadwal yang sudah dirancang rapi harus dirombak ulang, dan para pembalap serta tim harus menyesuaikan strategi mereka. Namun, di tengah ketidakpastian global, keselamatan dan keamanan tetap menjadi yang utama. Para penggemar MotoGP di seluruh dunia kini hanya bisa berharap situasi di Timur Tengah segera kondusif, sehingga balapan di Sirkuit Lusail tetap bisa terselenggara dengan aman.