OLAHRAGA
Sepak Bola
Babak Pertama Jadi Mimpi Buruk! Marcos Santos Kecewa Berat Usai Arema FC Dibantai Bali United 3-4
Tim Redaksi
07 Mar 2026 03:26
4,626 kali
Gambar Ilustrasi
"Penampilan kami di pertandingan babak yang pertama kami kurang, ini menyulitkan. Tapi di babak kedua kami bisa bermain bagus," kata Marcos dengan nada kecewa.
FolksInsight.com - Pelatih Arema FC, Marcos Santos, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah timnya harus mengakui keunggulan Bali United dengan skor tipis 3-4 dalam laga lanjutan Super League 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Jumat malam, 6 Maret 2026. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Singo Edan yang bermain di hadapan pendukungnya sendiri.
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Marcos Santos mengungkapkan bahwa penyebab utama kekalahan timnya adalah performa buruk di babak pertama. Ia menilai anak asuhnya tidak tampil optimal pada 45 menit pertama, yang dimanfaatkan Bali United untuk mencetak dua gol krusial.
"Penampilan kami di pertandingan babak yang pertama kami kurang, ini menyulitkan. Tapi di babak kedua kami bisa bermain bagus," kata Marcos dengan nada kecewa.
Dua gol Bali United pada babak pertama dicetak oleh Teppei Yachida pada menit ke-22 dan Diego Campos pada menit ke-66. Meskipun Arema FC berhasil bangkit di babak kedua dan mencetak tiga gol, defisit yang terlalu besar membuat mereka gagal menyamakan kedudukan.
Pola Berulang yang Mengkhawatirkan
Marcos Santos menyoroti pola berulang yang kini menjadi kelemahan fatal Arema FC. Dalam beberapa pertandingan terakhir, timnya kerap kebobolan gol krusial di babak pertama yang akhirnya menentukan hasil akhir laga.
Hal ini terlihat jelas saat Arema FC kalah 3-1 dari tuan rumah Borneo FC. Saat itu, mereka kebobolan gol pada menit ke-7 melalui Caxambu dan dua gol dari Villa pada menit ke-26 serta menit ke-42. Laga tandang melawan Madura United juga menunjukkan kelemahan serupa, dengan gol Brandao pada menit ke-45+1 yang membuat Arema tertinggal sejak awal.
Marcos berharap evaluasi menyeluruh dapat segera dilakukan untuk meningkatkan performa dan mental pemain. Ia menekankan pentingnya konsistensi sejak awal hingga akhir pertandingan sebagai kunci untuk meraih hasil positif.
"Harus siap dan fokus untuk mengembalikan mental pemain sehingga mampu tampil lebih baik," tegas pelatih asal Brasil tersebut.
Tanggung Jawab Pemain Senior
Senada dengan sang pelatih, pemain Arema FC Julian Guevara juga angkat bicara. Gelandang asal Kolombia ini mengakui bahwa dirinya dan rekan-rekan gagal tampil baik sehingga langsung kebobolan dua gol di babak pertama.
Guevara menekankan pentingnya semangat kebersamaan untuk bangkit dari keterpurukan dan melanjutkan perjuangan agar Arema FC bisa menembus papan atas klasemen. Sebagai pemain senior, ia merasa memiliki tanggung jawab besar untuk membangkitkan mental rekan-rekan setimnya.
"Aku sebagai pemain senior punya tanggung jawab untuk itu. Kami (sebagai pemain) juga tahu bahwa ada masalah (performa) di tiga pertandingan," tutur Guevara.
Kekalahan dari Bali United menjadi alarm keras bagi Arema FC. Jika tidak segera memperbaiki performa, target untuk bersaing di papan atas bisa semakin menjauh. Kini, semua mata tertuju pada Marcos Santos dan skuad Singo Edan untuk bangkit di laga-laga berikutnya.