FolksInsight.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat telah terjadi 5.012 gempa susulan di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Sabtu, 22 Agustus 2026, setelah gempa utama mengguncang wilayah tersebut. Jumlah ini meningkat signifikan dari laporan sebelumnya yang mencatat 3.752 gempa susulan pada Kamis, 20 Agustus 2026. BNPB menyebut sejumlah gempa susulan masih terus dirasakan masyarakat, termasuk yang berkekuatan cukup besar.
Dampak dari rangkaian gempa ini juga semakin meluas. Data terbaru menunjukkan jumlah pengungsi mencapai 150.576 jiwa, sementara korban jiwa bertambah menjadi 87 orang. BNPB terus melakukan pendataan dan penanganan darurat di lapangan untuk memastikan keselamatan warga yang terdampak. Peningkatan jumlah gempa susulan dan korban menunjukkan bahwa situasi di NTT masih belum sepenuhnya stabil.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. BNPB bersama instansi terkait terus berupaya melakukan evakuasi dan memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi. Koordinasi lintas sektor terus diperkuat untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak dan meminimalkan risiko lebih lanjut.
Pemerintah pusat melalui BNPB juga memastikan bantuan logistik dan personel dikerahkan secara optimal untuk membantu warga NTT yang terkena musibah ini. Situasi terkini akan terus dipantau dan diperbarui seiring dengan perkembangan di lapangan.
Sumber: CNN Indonesia
Link Berita: CNN Indonesia


