BREAKING Selamat datang di FolksInsight.com I Informasi Berbasis Data, Perspektif Berbasis Fakta.
MARKET LIVE
Columbus | Awan tersebar | 23°C

Drama All England 2026! Sepatu Sobek di Momen Krusial, Alwi Farhan Gagal ke Semifinal

Drama All England 2026! Sepatu Sobek di Momen Krusial, Alwi Farhan Gagal ke Semifinal
Dengan kombinasi permainan lob dan netting yang apik, Alwi beberapa kali terlibat reli sengit melawan peringkat tiga dunia tersebut. Sebuah smash keras menjelang akhir gim pertama mengantarkan Alwi unggul 11-8 saat interval.
FolksInsight.com - Perjuangan tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, harus terhenti di babak perempat final All England 2026. Bertanding melawan unggulan ketiga asal Thailand, Kunlavut Vitidsarn, di Utilita Arena Birmingham pada Jumat, 6 Maret 2026, Alwi harus mengakui keunggulan lawannya melalui pertarungan sengit dua gim langsung dengan skor 17-21 dan 9-16. Namun, kekalahan ini tidak lepas dari insiden tak terduga yang mengganggu konsentrasinya di tengah laga.

Sejak gim pertama dimulai, Alwi yang masih berusia 20 tahun tampil percaya diri. Ia langsung menggebrak dengan permainan cepat dan taktis, memimpin empat poin beruntun dan membuat Kunlavut tertinggal 0-4. Unggulan asal Thailand itu baru bisa mencetak angka setelah tertinggal jauh. Meski Kunlavut perlahan mulai menemukan ritme dan memperkecil ketertinggalan menjadi 6-4, Alwi berhasil menjaga momentum.
Ads

Dengan kombinasi permainan lob dan netting yang apik, Alwi beberapa kali terlibat reli sengit melawan peringkat tiga dunia tersebut. Sebuah smash keras menjelang akhir gim pertama mengantarkan Alwi unggul 11-8 saat interval.

Namun, setelah jeda, Kunlavut yang merupakan mantan juara dunia itu menunjukkan kelasnya. Ia langsung tancap gas dan meraih tiga poin beruntun untuk menyamakan kedudukan menjadi 11-11. Pertandingan berlangsung ketat dengan kedudukan imbang 12-12, sebelum Kunlavut berhasil berbalik unggul 13-12.

Permainan agresif Kunlavut membuatnya semakin percaya diri. Ia terus menekan dan memaksa Alwi melakukan beberapa kesalahan pengembalian. Saat unggul 16-14, Kunlavut kembali meraih tiga poin beruntun dan menjauh 19-14. Tertinggal jauh, Alwi seperti tersengat dan bangkit dengan meraih tiga poin berturut-turut untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 19-17. Sayangnya, perlawanan Alwi harus terhenti setelah Kunlavut menuntaskan gim pertama dengan kemenangan 21-17.

Memasuki gim kedua, Kunlavut langsung tancap gas dengan meraih dua poin beruntun. Pada kedudukan 3-1, insiden tak terduga menimpa Alwi. Sepatu bagian kirinya sobek, memaksanya untuk sedikit terganggu. Meski pertandingan sempat dilanjutkan dan Alwi berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3, kondisi sepatu yang rusak jelas mempengaruhi pergerakannya.
Ads

Akibatnya, Kunlavut dengan mudah melesat dan unggul jauh 11-5 saat interval gim kedua. Momen jeda dimanfaatkan Alwi untuk mengganti sepatu. Ia terlihat berulang kali memutar-mutar kaki dan mencoba melenturkan sepatu barunya agar pas dan tidak kaku seperti sepatu baru pada umumnya.

Sayangnya, ritme pertandingan sudah terlanjur dikuasai Kunlavut. Unggulan asal Thailand itu semakin nyaman mengontrol jalannya laga dan terus menambah pundi-pundi angkanya. Alwi hanya sesekali mampu merebut poin di tengah dominasi lawan. Hingga akhirnya, pertandingan gim kedua harus dihentikan karena skor sudah mencapai 16-9 untuk keunggulan Kunlavut.
Ads

Dengan hasil ini, langkah Alwi Farhan di All England 2026 harus terhenti di babak delapan besar. Meski kalah, perlawanan sengit yang ia tunjukkan, terutama di gim pertama, menjadi catatan positif bagi masa depan bulu tangkis tunggal putra Indonesia.

FolksVoice

Lihat Semua
Sony Novian

Sony Novian

Co-Founder of Katagonia Language Solutions

Eksklusif 06 Mar 2026

Di Balik Mikrofon: Hal-Hal yang Tidak Pernah Didengar Publik dari Seorang Interpreter

Tapi tahukah Anda? Semua itu terbayar lunas ketika dua pihak yang berbeda bahasa bisa berjabat tangan dengan hangat, ketika kontrak senilai miliaran rupiah ditandatangani, atau ketika misi kemanusiaan berhasil dijalankan. Di balik mikrofon, saya tidak mencari tepuk tangan. Saya hanya ingin dunia ini sedikit lebih terhubung.

Sony Novian

Sony Novian

Co-Founder of Katagonia Language Solutions

Eksklusif 06 Mar 2026

Ketika Bahasa Menjadi Jembatan, Bukan Sekadar Kata

Dalam banyak pertemuan internasional yang saya hadiri, saya sering menyaksikan bagaimana satu kata yang diterjemahkan dengan nuansa yang sedikit berbeda dapat mengubah suasana sebuah diskusi. Bahasa tidak hanya membawa makna, tetapi juga emosi, konteks, dan kadang juga strategi.

Berita Terkait

Komentar 0 Komentar

Tulis Komentar

Anda harus login untuk berkomentar.

Login / Daftar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!