FolksInsight.com - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara resmi melakukan pemangkasan terhadap 354 Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Langkah ini diambil untuk menyederhanakan struktur BUMN yang dinilai terlalu gemuk sekaligus menghentikan kebocoran anggaran negara. CEO BPI Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa konsolidasi tersebut bertujuan meningkatkan efisiensi dan memperbaiki kinerja perusahaan pelat merah.
Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria menegaskan bahwa pihaknya saat ini belum memiliki kewajiban menyetor dividen sebesar Rp120 triliun ke negara. Alasannya, Danantara akan banyak dilibatkan pemerintah dalam membangun proyek hilirisasi yang diharapkan membuka lapangan pekerjaan. Ia menjelaskan bahwa Danantara dan APBN akan berkolaborasi, di mana APBN membiayai pelayanan publik dan infrastruktur dasar, sedangkan Danantara fokus pada investasi.
Selain itu, Danantara menyoroti banyak BUMN Karya yang menderita akibat perencanaan proyek yang lemah dan tidak realistis. Kondisi ini turut menjadi latar belakang langkah pemangkasan dan penyehatan BUMN. Meski demikian, Menteri Keuangan Suahasil menyatakan telah mendapat arahan presiden untuk menjaga APBN tetap kredibel melalui efisiensi terukur yang digunakan bagi kesejahteraan, perlindungan sosial, dan pembangunan infrastruktur.
Sumber: CNN Indonesia
Link Berita: CNN Indonesia
