FolksInsight.com - Konglomerat Asia dilaporkan semakin agresif memindahkan kekayaan mereka ke Singapura dan Malaysia. Langkah ini diambil untuk mengamankan aset di tengah ketidakpastian ekonomi global. Singapura disebut menjadi safe haven atau tempat berlindung yang aman, sedangkan Malaysia berhasil memikat investor China melalui sektor properti yang lebih terjangkau.
Berdasarkan data yang dihimpun, China telah melampaui Singapura sebagai investor terbesar di sektor real estat Malaysia. China tercatat menyumbang 46 persen dari total investasi properti di Malaysia selama tiga tahun terakhir. Pergeseran ini mencerminkan meningkatnya pengaruh ekonomi China di kawasan Asia Tenggara, sekaligus menunjukkan preferensi investor China terhadap properti Malaysia yang dinilai lebih murah dibandingkan harga di negara tetangga.
Fenomena ini juga sejalan dengan hubungan investasi dua arah antara China dan Singapura. Pemerintah China melalui Wakil Perdana Menteri He Lifeng menyambut baik investasi dari investor negara Singapura, termasuk Temasek, untuk berbagi peluang dalam pembangunan ekonomi China. Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan dengan Ketua Temasek Teo Chee Hean pada Maret 2026, di mana He menegaskan China akan terus memperluas dan meningkatkan pasar mereka.
Dengan demikian, aliran modal dari China ke Malaysia dan Singapura menunjukkan strategi diversifikasi aset yang semakin matang di kalangan konglomerat Asia. Malaysia dengan propertinya yang kompetitif dan Singapura dengan stabilitasnya menjadi dua tujuan utama dalam upaya mengamankan kekayaan di tengah dinamika ekonomi regional.
Sumber: CNN Indonesia
Link Berita: CNN Indonesia


