FolksInsight.com - Gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) menimbulkan kerusakan parah pada ribuan bangunan, dengan Kabupaten Ngada menjadi wilayah terdampak terbanyak. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan korban meninggal dunia mencapai 68 orang dan menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari untuk mempercepat proses evakuasi dan pemulihan.
Berdasarkan data BNPB, kerusakan bangunan akibat gempa tersebut tersebar di sejumlah kabupaten, dengan kerusakan terbanyak berada di Kabupaten Ngada. Data sementara mencatat ratusan rumah mengalami rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan. Selain itu, fasilitas publik seperti sekolah, tempat ibadah, dan perkantoran juga dilaporkan mengalami kerusakan, yang berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat setempat.
Gempa susulan berkekuatan magnitudo 5,8 kembali mengguncang NTT pada Senin (17/8/2026) pukul 07.46 WIB, dirasakan hingga Kabupaten Sumba Timur, Ende, Nagekeo, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada. Guncangan tersebut sempat memicu kepanikan warga, termasuk peserta upacara HUT ke-81 RI di Stadion Marilonga, Ende. BNPB terus melakukan pendataan dan verifikasi kerusakan, sementara tim gabungan dikerahkan untuk membantu evakuasi dan distribusi bantuan bagi para pengungsi.
Pemerintah daerah bersama BNPB berkoordinasi untuk memastikan kebutuhan dasar para korban terpenuhi, termasuk tempat tinggal sementara, logistik, dan layanan kesehatan. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Pemulihan ekonomi di wilayah terdampak menjadi prioritas, mengingat banyak warga kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian.
Sumber: CNN Indonesia
Link Berita: CNN Indonesia



