BREAKING Selamat datang di FolksInsight.com I Informasi Berbasis Data, Perspektif Berbasis Fakta.
MARKET LIVE
Columbus | Awan tersebar | 23°C

Cremonese Terperosok ke Zona Degradasi Usai Kalah 1-2 dari Lecce, Emil Audero Gagal Selamatkan Tim!

Cremonese Terperosok ke Zona Degradasi Usai Kalah 1-2 dari Lecce, Emil Audero Gagal Selamatkan Tim!
emasuki babak kedua, Cremonese langsung menunjukkan reaksi positif. Hanya dua menit setelah kick-off, Federico Bonazzoli berhasil memperkecil kedudukan menjadi 1-2 pada menit ke-47. Gol tersebut berawal dari umpan Milan Djuric di dalam kotak penalti. Bonazzoli menemukan ruang tembak dan melepaskan bola rendah ke tengah gawang yang berhasil menaklukkan kiper Lecce, Wladimiro Falcone.

FolksInsight.com - Cremonese yang dibela kiper Emil Audero harus menelan kekalahan pahit 1-2 dari Lecce pada pekan ke-28 Liga Italia Serie A. Pertandingan berlangsung di Stadion Via del Mare pada Minggu (8 Maret 2026), dan hasil ini membuat Cremonese terjun ke zona degradasi dengan posisi ke-18 klasemen.

Bertindak sebagai tim tamu, Cremonese langsung tertinggal lebih dulu di babak pertama. Lecce membuka keunggulan pada menit ke-22 melalui gol Santiago Pierotti. Gol tersebut berawal dari situasi sepak pojok yang dieksekusi Gallo Antonino. Pierotti berhasil menyundul bola di kotak penalti tanpa mendapat pengawalan ketat, dan kiper Emil Audero tidak mampu menghalau sundulan tersebut. Skor menjadi 1-0 untuk keunggulan tuan rumah.

Keunggulan Lecce bertambah menjadi 2-0 pada menit ke-38 setelah wasit menunjuk titik putih usai meninjau ulang VAR. Wasit memastikan terjadi handball oleh salah satu pemain Cremonese di dalam kotak penalti. Nikola Stulic maju sebagai eksekutor penalti dan melepaskan tendangan keras ke sudut kiri bawah gawang. Audero berusaha menjangkau bola, tetapi tembakan Stulic terlalu akurat sehingga Lecce unggul dua gol hingga babak pertama berakhir.

Ads

Memasuki babak kedua, Cremonese langsung menunjukkan reaksi positif. Hanya dua menit setelah kick-off, Federico Bonazzoli berhasil memperkecil kedudukan menjadi 1-2 pada menit ke-47. Gol tersebut berawal dari umpan Milan Djuric di dalam kotak penalti. Bonazzoli menemukan ruang tembak dan melepaskan bola rendah ke tengah gawang yang berhasil menaklukkan kiper Lecce, Wladimiro Falcone.

Gol penyemangat itu membuat Cremonese semakin percaya diri. Tim asuhan pelatih Cremonese mulai mendominasi penguasaan bola dan melancarkan tekanan berulang di paruh kedua. Pada menit ke-86, Martin Payero sempat mencetak gol penyama kedudukan yang membuat para pemain Cremonese dan suporter tim tamu bergembira. Namun, wasit kemudian membatalkan gol tersebut setelah berdiskusi dengan tim VAR karena adanya pelanggaran dalam proses gol.

Hasil akhir 2-1 untuk kemenangan Lecce menjadi pukulan berat bagi Cremonese. Dengan tambahan tiga poin, Lecce berhasil naik ke peringkat ke-15 klasemen dengan koleksi 27 poin. Sementara Cremonese tertahan di posisi ke-18 dengan 24 poin dan resmi masuk ke zona degradasi Serie A musim ini.

Kekalahan ini menambah tekanan bagi Emil Audero dan rekan-rekannya di sisa musim. Cremonese kini harus segera mencari poin agar bisa keluar dari jurang degradasi. Pertandingan selanjutnya akan menjadi krusial bagi tim yang bermarkas di Cremona tersebut untuk memperbaiki posisi di klasemen.

Susunan pemain Lecce dalam laga tersebut menggunakan formasi 4-2-3-1: Falcone; Danilo Veiga, Siebert, Tiago Gabriel, Gallo; Coulibaly, Ramadani; Pierotti, Ngom, Banda; Stulic. Penampilan solid dari lini belakang hingga penyerang menjadi kunci kemenangan tuan rumah atas Cremonese di kandang sendiri.

FolksVoice

Lihat Semua
Sony Novian

Sony Novian

Co-Founder of Katagonia Language Solutions

Eksklusif 06 Mar 2026

Di Balik Mikrofon: Hal-Hal yang Tidak Pernah Didengar Publik dari Seorang Interpreter

Tapi tahukah Anda? Semua itu terbayar lunas ketika dua pihak yang berbeda bahasa bisa berjabat tangan dengan hangat, ketika kontrak senilai miliaran rupiah ditandatangani, atau ketika misi kemanusiaan berhasil dijalankan. Di balik mikrofon, saya tidak mencari tepuk tangan. Saya hanya ingin dunia ini sedikit lebih terhubung.

Sony Novian

Sony Novian

Co-Founder of Katagonia Language Solutions

Eksklusif 06 Mar 2026

Ketika Bahasa Menjadi Jembatan, Bukan Sekadar Kata

Dalam banyak pertemuan internasional yang saya hadiri, saya sering menyaksikan bagaimana satu kata yang diterjemahkan dengan nuansa yang sedikit berbeda dapat mengubah suasana sebuah diskusi. Bahasa tidak hanya membawa makna, tetapi juga emosi, konteks, dan kadang juga strategi.

Berita Terkait

Komentar 0 Komentar

Tulis Komentar

Anda harus login untuk berkomentar.

Login / Daftar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!