OLAHRAGA
Sepak Bola
Rasisme Kembali Terjadi di Liga Indonesia, APPI Siap Bawa Korban ke Jalur Hukum
Tim Redaksi
06 Mar 2026 01:22
831 kali
Gambar Ilustrasi
Kabar tak sedap ini mencuat usai laga Persebaya Surabaya versus Persib Bandung yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada Senin (2/3/2026). Dua pemain muda, Mikael Alfredo Tata dari Persebaya dan Kakang Rudianto dari Persib, menjadi sasaran komentar bernuansa rasialis di media sosial pasca pertandingan tersebut.
FolksInsight.com - Dunia sepak bola Indonesia kembali tercoreng oleh tindakan rasisme yang menimpa dua pemain muda berbakat. Menyikapi hal ini, Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) menyatakan kesiapan penuh untuk memberikan pendampingan hukum serta dukungan psikologis bagi para pemain yang menjadi korban.
Presiden APPI, Hanif Sjahbandi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkomunikasi langsung dengan para pemain yang mengalami perlakuan tidak menyenangkan tersebut. Ia menegaskan bahwa APPI akan berada di garis terdepan untuk melindungi hak-hak pesepakbola Indonesia.
"Kami langsung berkomunikasi dengan pemainnya sendiri ingin seperti apa. Kami posisinya memberi layanan pendampingan [hukum dan psikolog]. Kalau memang ingin lanjut diproses [hukum] bisa kami dampingi," kata Hanif di Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Kabar tak sedap ini mencuat usai laga Persebaya Surabaya versus Persib Bandung yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada Senin (2/3/2026). Dua pemain muda, Mikael Alfredo Tata dari Persebaya dan Kakang Rudianto dari Persib, menjadi sasaran komentar bernuansa rasialis di media sosial pasca pertandingan tersebut.
Hanif menegaskan bahwa pendampingan kepada pemain merupakan tanggung jawab APPI sebagai payung bagi pesepakbola guna menciptakan rasa aman. Perlindungan ini tidak hanya terbatas saat mereka berada di atas lapangan hijau, tetapi juga ketika menjalani kehidupan di luar arena pertandingan.
"Kami memberi benefit. Tinggal pemainnya mau atau tidak. Kalau pemain butuh pendampingan psikolog juga akan kami wadahi," ujarnya menambahkan.
Sementara itu, manajemen Persebaya Surabaya telah bergerak cepat merespons kejadian ini. Melalui akun Instagram resmi klub, manajemen Persebaya menyatakan sudah membuat laporan resmi kepada APPI ihwal komentar rasialis yang menimpa Mikael Tata. Selain itu, surat laporan juga dilayangkan kepada I.League selaku operator kompetisi Liga Indonesia.
Dalam pernyataannya, manajemen Persebaya menekankan bahwa sepak bola seharusnya menjadi sarana untuk saling mengenal dan bertemu antar sesama, bukan tempat untuk merendahkan orang lain berdasarkan perbedaan latar belakang, warna kulit, maupun identitas.
"Sepak bola bukan hanya adu strategi dan gengsi di atas lapangan. Ia adalah tempat untuk saling mengenal dan bertemu antar sesama, pemain, official, pelatih, juga sesama pencinta sepak bola. Tempat di mana perbedaan latar belakang, warna kulit, maupun identitas, tak pernah menjadi alasan untuk direndahkan," tulis Persebaya.
"Saat ini, defender Persebaya Mikael Alfredo Tata mengalami deraan rasisme yang bertubi-tubi. Manajemen sudah melakukan pelaporan kepada APPI dan I League untuk penanganan lebih lanjut," lanjut keterangan resmi klub berjuluk Bajul Ijo tersebut.
Kasus rasisme ini menjadi catatan hitam bagi sepak bola Indonesia yang tengah berbenah. Sebelumnya, beberapa pemain keturunan juga kerap menjadi sasaran komentar bernada rasis di media sosial. APPI berharap dengan adanya pendampingan hukum, para pelaku bisa dijerat dengan undang-undang yang berlaku dan memberikan efek jera.
Hingga berita ini diturunkan, I.League selaku operator kompetisi belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait langkah yang akan diambil menindaklanjuti laporan dari Persebaya. Publik sepak bola Indonesia pun menanti sikap tegas dari otoritas kompetisi untuk memberantas segala bentuk diskriminasi di dunia si kulit bundar Tanah Air.