FolksInsight.com - PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mengumumkan perubahan perjanjian jual beli saham dengan pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam. Dalam perubahan tersebut, jumlah saham yang dijual dinaikkan menjadi 10.084.088.370 saham.
Manajemen Bayan menyatakan bahwa perubahan perjanjian ini tidak menimbulkan dampak material negatif yang dapat mengganggu kegiatan operasional maupun aspek hukum perseroan. Meski demikian, alasan spesifik di balik perubahan kesepakatan tersebut belum dijelaskan secara rinci dalam pengumuman tersebut.
Isu pengalihan saham BYAN kepada kelompok usaha Haji Isam telah bergulir sejak Agustus 2026 dan sempat memicu lonjakan harga saham BYAN sebesar 18,75% ke level Rp17.100 pada 18 Agustus 2026. Saat itu, kapitalisasi pasar BYAN sempat mencapai Rp496,55 triliun. Baik manajemen BYAN maupun emiten terafiliasi Haji Isam, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), sebelumnya membantah mengetahui rencana transaksi dimaksud.
Di tengah rangkaian kabar tersebut, Direktur sekaligus Chief Financial Officer BYAN, Alastair Gordon Christopher McLeod, melaporkan penjualan sebagian sahamnya di perseroan. Transaksi itu dilaporkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 22 September 2026. Setelah transaksi, kepemilikan saham McLeod berkurang dari 4.000.000 unit menjadi 3.814.800 unit, namun porsi hak suaranya tetap 0,01%.
Sumber: CNN Indonesia
Link Berita: CNN Indonesia
