BREAKING Selamat datang di FolksInsight.com I Informasi Berbasis Data, Perspektif Berbasis Fakta.
MARKET LIVE
Columbus | Langit cerah | 10°C

Wamen Dikti Soroti Bias Rekrutmen: Foto di CV Dinilai Perkuat Diskriminasi Gender

Wamen Dikti Soroti Bias Rekrutmen: Foto di CV Dinilai Perkuat Diskriminasi Gender
Di sejumlah negara maju, praktik mencantumkan foto dalam CV justru sudah mulai dihapus karena dinilai tidak relevan dengan kompetensi pelamar. Berbagai riset internasional juga menunjukkan bahwa foto dapat memicu penilaian subyektif—baik terkait gender, gaya rambut, warna kulit, hingga bentuk tubuh—yang tidak ada hubungannya dengan kualitas profesional seseorang.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, menyoroti praktik pencantuman foto dalam curriculum vitae (CV) yang masih umum dilakukan di Indonesia. Ia menilai kebiasaan tersebut dapat memperkuat bias dan stereotip, terutama dalam proses rekrutmen di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan riset.

Menurut Stella, bias gender masih menjadi tantangan besar dalam pengembangan karier perempuan di dunia sains. Meski kemampuan akademik dan produktivitas riset perempuan tidak kalah dibandingkan laki-laki, proses penilaian yang tidak sepenuhnya objektif membuat perempuan sering dirugikan. Salah satu faktor yang memperkuat bias tersebut adalah penilaian berdasarkan penampilan visual.

Di sejumlah negara maju, praktik mencantumkan foto dalam CV justru sudah mulai dihapus karena dinilai tidak relevan dengan kompetensi pelamar. Berbagai riset internasional juga menunjukkan bahwa foto dapat memicu penilaian subyektif—baik terkait gender, gaya rambut, warna kulit, hingga bentuk tubuh—yang tidak ada hubungannya dengan kualitas profesional seseorang.

Ads

Isu ini disampaikan Stella dalam sebuah acara penghargaan sains internasional untuk perempuan yang digelar di Jakarta. Ia mendorong lembaga pendidikan dan sektor industri di Indonesia untuk mulai mengadopsi sistem rekrutmen berbasis merit, di mana penilaian hanya dilakukan berdasarkan kemampuan, rekam jejak profesional, dan integritas akademik.

Sejumlah studi akademik turut memperkuat pandangan tersebut. Penelitian yang dilakukan di Jepang, misalnya, menunjukkan bahwa CV dengan karakteristik visual tertentu—seperti obesitas, kebotakan, atau kerudung—cenderung memperoleh penilaian lebih rendah meski berisi kualifikasi yang sama. Temuan serupa juga muncul dalam eksperimen psikologi sosial yang membandingkan dua CV identik dengan nama laki-laki dan perempuan.

Dengan semakin masifnya penggunaan kecerdasan buatan dalam perekrutan digital, potensi bias justru bisa meningkat apabila data latih mesin masih mengandung stereotip gender. Karena itu, kebijakan penghapusan foto di CV dinilai bukan sekadar perubahan teknis, tetapi langkah strategis untuk menciptakan proses seleksi yang lebih adil dan setara.

Kebiasaan melampirkan foto dalam CV di Indonesia memang belum diatur secara formal. Namun, sejumlah perusahaan teknologi, organisasi internasional, hingga lembaga riset global telah meninggalkan praktik tersebut. Stella menilai, perubahan budaya rekrutmen seperti ini akan menjadi bagian dari upaya lebih besar untuk membuka akses bagi perempuan agar lebih berperan dalam bidang STEM.

Foto Ilustrasi
Foto Ilustrasi

FolksVoice

Lihat Semua
Sony Novian

Sony Novian

Co-Founder of Katagonia Language Solutions

Eksklusif 06 Mar 2026

Di Balik Mikrofon: Hal-Hal yang Tidak Pernah Didengar Publik dari Seorang Interpreter

Tapi tahukah Anda? Semua itu terbayar lunas ketika dua pihak yang berbeda bahasa bisa berjabat tangan dengan hangat, ketika kontrak senilai miliaran rupiah ditandatangani, atau ketika misi kemanusiaan berhasil dijalankan. Di balik mikrofon, saya tidak mencari tepuk tangan. Saya hanya ingin dunia ini sedikit lebih terhubung.

Sony Novian

Sony Novian

Co-Founder of Katagonia Language Solutions

Eksklusif 06 Mar 2026

Ketika Bahasa Menjadi Jembatan, Bukan Sekadar Kata

Dalam banyak pertemuan internasional yang saya hadiri, saya sering menyaksikan bagaimana satu kata yang diterjemahkan dengan nuansa yang sedikit berbeda dapat mengubah suasana sebuah diskusi. Bahasa tidak hanya membawa makna, tetapi juga emosi, konteks, dan kadang juga strategi.

Berita Terkait

Komentar 0 Komentar

Tulis Komentar

Anda harus login untuk berkomentar.

Login / Daftar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!