TEKNOLOGI
Inovasi
Sopir Ngantuk atau Main HP Langsung Kena Tegur! Cartrack Gunakan AI Cegah Kecelakaan
Tim Redaksi
05 Mar 2026 19:39
5,052 kali
Gambar Ilustrasi
"Dengan teknologi kami, kami tidak hanya memiliki kamera bertenaga AI yang mendeteksi kejadian mengemudi berbahaya seperti gangguan konsentrasi atau kelelahan, tetapi juga telematika yang mendeteksi mengebut, pengereman mendadak, hingga cara kendaraan berbelok," ujar Carmen dalam wawancara dengan media, Kamis (5/3/2026).
FolksInsight.com - Teknologi telematika untuk armada transportasi kini bertransformasi menjadi lebih canggih. Tidak lagi sekadar berfungsi sebagai pelacak lokasi kendaraan (GPS tracking), sistem terbaru yang dihadirkan oleh Cartrack Indonesia kini dilengkapi dengan kecerdasan buatan (AI) yang mampu memantau perilaku pengemudi secara real-time. Fitur ini dirancang untuk mendeteksi berbagai tanda bahaya seperti kelelahan, gangguan konsentrasi, hingga penggunaan ponsel saat berkendara yang menjadi penyebab utama kecelakaan di jalan.
Country Manager Cartrack Indonesia, Carmen Calisto, menjelaskan bahwa teknologi terbaru perusahaannya menggabungkan kamera berbasis AI dengan perangkat telematika canggih. Kombinasi ini memberikan visibilitas penuh terhadap aktivitas kendaraan dan perilaku pengemudi selama di perjalanan.
"Dengan teknologi kami, kami tidak hanya memiliki kamera bertenaga AI yang mendeteksi kejadian mengemudi berbahaya seperti gangguan konsentrasi atau kelelahan, tetapi juga telematika yang mendeteksi mengebut, pengereman mendadak, hingga cara kendaraan berbelok," ujar Carmen dalam wawancara dengan media, Kamis (5/3/2026).
Kamera AI yang dipasang di kabin kendaraan bekerja secara aktif mengenali berbagai indikator bahaya. Sistem ini dapat mendeteksi tanda-tanda microsleep (tidur mikro) saat pengemudi mulai mengantuk, distraksi akibat melihat ke samping terlalu lama, hingga penggunaan ponsel untuk menelepon atau bermain media sosial. Semua perilaku berisiko ini langsung dikenali oleh sistem.
"Kamera AI kami mendeteksi perilaku pengemudi, kelelahan, gangguan konsentrasi, penggunaan ponsel semua hal yang telah terbukti menjadi penyebab kecelakaan yang sangat tinggi," kata Carmen.
Yang menarik, sistem ini tidak hanya merekam, tetapi juga memberikan respons langsung. Ketika kamera mendeteksi adanya perilaku berbahaya, pengemudi akan langsung mendapatkan peringatan secara real-time. Peringatan ini dapat berupa suara alarm, tampilan visual di layar dashboard, hingga getaran pada kursi pengemudi. Dengan adanya peringatan instan ini, pengemudi diharapkan dapat segera mengoreksi perilakunya sebelum kecelakaan terjadi.
"Begitu kamera mendeteksi lingkungan berisiko tinggi, sistem otomatis memberi peringatan secara real-time menggunakan audio dan juga getaran kursi sehingga pengemudi bisa langsung mengoreksi perilakunya," jelasnya.
Tidak hanya pengemudi yang mendapat manfaat, manajer armada atau pemilik perusahaan transportasi juga akan mendapatkan notifikasi secara langsung. Jika sistem mendeteksi pengemudi dalam kondisi kelelahan parah atau terus-menerus melakukan pelanggaran, manajer dapat segera mengambil tindakan, misalnya menghubungi pengemudi dan memerintahkan mereka untuk beristirahat sejenak demi keselamatan.
Selain fitur peringatan, teknologi ini juga dilengkapi dengan sistem pengumpulan data perilaku berkendara. Semua data dari kamera AI dan sensor telematika diolah menjadi sebuah sistem penilaian atau scorecard. Kartu skor ini memberikan gambaran objektif mengenai kualitas dan keamanan cara mengemudi setiap sopir.
"Kami mengambil semua data itu dan memasukkannya ke dalam kartu skor yang memiliki tolok ukur sehingga pelanggan dapat melihat peningkatan dari waktu ke waktu," ujar Carmen.
Data tersebut menjadi alat evaluasi yang sangat berharga bagi perusahaan. Mereka dapat melakukan pembinaan terhadap pengemudi berbasis bukti video nyata, sehingga pelatihan menjadi lebih efektif dan tepat sasaran. Dengan pendekatan berbasis data ini, perusahaan dapat menekan angka kecelakaan, mengurangi biaya operasional, serta meningkatkan keselamatan dan keamanan armada secara keseluruhan.
Kehadiran teknologi ini diharapkan mampu mengubah budaya berkendara di industri transportasi. Keselamatan tidak lagi hanya menjadi slogan, tetapi dapat dipantau dan ditegakkan secara real-time berkat kecanggihan kecerdasan buatan.