FolksInsight.com - Sebuah laporan investigasi dari BBC mengungkapkan bahwa lebih dari 3.000 warga negara asing telah tewas saat bertugas sebagai tentara bayaran untuk Rusia dalam perang melawan Ukraina. Data ini menyoroti skala keterlibatan asing yang signifikan di pihak Moskow, yang selama ini jarang terungkap secara detail.
Laporan tersebut memetakan lima negara dengan jumlah warganya yang paling banyak menjadi korban tewas. Meskipun rincian spesifik mengenai negara-negara tersebut belum dipublikasikan secara lengkap dalam data awal, temuan ini menunjukkan bahwa Rusia mengandalkan rekrutan asing untuk memperkuat pasukannya di tengah tingginya jumlah korban di pihak mereka. Sebelumnya, pemerintah Rusia sempat mengakui adanya sukarelawan asing yang tewas, namun jumlahnya disebut jauh lebih kecil, seperti yang diungkapkan BBC dalam pemberitaan sebelumnya mengenai serangan udara AS pada Februari silam.
Para analis militer menilai bahwa penggunaan tentara bayaran asing menjadi indikasi kesulitan Rusia dalam merekrut personel domestik secara sukarela. Sementara itu, Ukraina dan negara-negara Barat kerap mengkritik praktik ini sebagai upaya Rusia untuk menutupi kerugian personelnya sendiri. Data BBC ini menjadi bukti bahwa berbagai warga negara dari beragam kawasan memilih atau dipaksa bergabung dalam konflik, dengan konsekuensi fatal yang semakin meningkat.
Hingga saat ini, Kremlin belum memberikan tanggapan resmi terhadap temuan investigasi BBC tersebut. Laporan ini menambah daftar panjang bukti mengenai dampak perang di Ukraina yang meluas, tidak hanya bagi militer Rusia, tetapi juga bagi warga asing yang terlibat di dalamnya.
Sumber: CNN Indonesia
Link Berita: CNN Indonesia


