FolksInsight.com - Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menangkap sebuah kapal selam nirawak milik Amerika Serikat di pintu masuk Selat Hormuz pada Selasa (8/9). Klaim ini langsung memicu reaksi keras dari pihak AS yang menyebut tuduhan tersebut sebagai kebohongan total. Insiden ini menambah ketegangan geopolitik di kawasan Teluk Persia yang selama ini menjadi pusat perhatian dunia.
Menurut keterangan resmi IRGC, penangkapan wahana bawah air tersebut dilakukan setelah kapal selam nirawak AS diduga mencoba menerobos ke wilayah perairan Teluk Persia. IRGC menyatakan bahwa aksi ini membuktikan kemampuan militer mereka dalam menjaga keamanan zona terlarang yang telah ditetapkan. Namun, Komando Pusat AS (CENTCOM) langsung membantah klaim tersebut dengan tegas, menyebut bahwa tidak ada bukti yang mendukung pernyataan Iran.
Sejak akhir pekan lalu, Iran telah menetapkan Selat Hormuz sebagai zona terlarang bagi kapal nirawak asing, seiring meningkatnya ketegangan antara kedua negara. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia, sehingga setiap insiden di kawasan ini selalu berpotensi mengganggu stabilitas energi global.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan lebih lanjut dari pemerintah AS mengenai langkah diplomatik yang akan diambil terkait klaim Iran tersebut. Sementara itu, pengamat internasional menyoroti bahwa insiden ini dapat semakin memperkeruh hubungan Washington-Teheran yang sudah lama dilanda konflik, terutama di tengah upaya negosiasi nuklir yang masih berjalan.
Sumber: CNN Indonesia
Link Berita: CNN Indonesia


