BREAKING Selamat datang di FolksInsight.com I Informasi Berbasis Data, Perspektif Berbasis Fakta.
MARKET LIVE
Columbus | Awan tersebar | 25°C

Konflik Timur Tengah Memanas, Pemain Diaspora Timnas Pilih Transit di Singapura demi Keamanan

Konflik Timur Tengah Memanas, Pemain Diaspora Timnas Pilih Transit di Singapura demi Keamanan
Keputusan ini diambil PSSI dengan pertimbangan utama, yaitu keselamatan para pemain. Situasi perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran membuat wilayah udara dan jalur transportasi di Asia Barat menjadi tidak aman untuk dilintasi. PSSI tidak mau mengambil risiko sekecil apa pun yang dapat membahayakan skuad Garuda.
FolksInsight.com - Tim Nasional Indonesia akan segera menjalani agenda penting FIFA Series 2026 di Jakarta. Namun, di tengah persiapan, Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) harus memutar otak terkait rencana perjalanan para pemain diaspora yang berkarier di Eropa. Konflik yang sedang berkecamuk di kawasan Asia Barat memaksa mereka untuk mencari jalur alternatif demi keselamatan.

Anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga, mengungkapkan bahwa para pemain yang memperkuat klub-klub Eropa tidak akan melewati jalur Timur Tengah seperti biasanya. Sebagai gantinya, mereka akan transit di Singapura sebelum terbang menuju Jakarta. "Pemain berkumpul habis Lebaran. Untuk pemain diaspora penerbangannya lewat Singapura karena lewat Timur Tengah sedang sulit," kata Arya di Jakarta pada Kamis (12/3/2026).
Ads

Keputusan ini diambil PSSI dengan pertimbangan utama, yaitu keselamatan para pemain. Situasi perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran membuat wilayah udara dan jalur transportasi di Asia Barat menjadi tidak aman untuk dilintasi. PSSI tidak mau mengambil risiko sekecil apa pun yang dapat membahayakan skuad Garuda.

Rencananya, para pemain akan mulai berkumpul setelah Hari Raya Idulfitri. PSSI sengaja memberikan waktu bagi para pemain untuk merayakan Lebaran terlebih dahulu bersama keluarga masing-masing sebelum kembali membela negara. Hal ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi dan perhatian terhadap kehidupan personal para atlet.

Arya berharap seluruh pemain yang dipanggil dapat bergabung tepat waktu dan selamat sampai di Jakarta. Ia juga menambahkan bahwa PSSI terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kelancaran perjalanan ini. "Mudah-mudahan sesuai jadwal dan kami upayakan datang semua termasuk tim tamu. Bagusnya ajang ini didukung oleh FIFA jadi mereka support," ujar Arya menjelaskan.

FIFA Series 2026 sendiri akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada 27 hingga 30 Maret mendatang. Indonesia terpilih sebagai salah satu dari sembilan negara tuan rumah yang ditunjuk langsung oleh FIFA. Negara-negara lain yang juga menjadi tuan rumah adalah Australia, Azerbaijan, Kazakhstan, Mauritania, Selandia Baru, Puerto Riko, Rwanda, dan Uzbekistan.
Ads

Dalam turnamen ini, Indonesia tergabung dalam satu grup bersama tiga negara, yaitu Bulgaria, Kepulauan Solomon, dan Saint Kitts and Nevis. Laga perdana akan mempertemukan Indonesia melawan Saint Kitts and Nevis pada 27 Maret 2026. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di SUGBK dengan kick-off pukul 20.00 WIB.

Jika berhasil memenangkan pertandingan pertama, skuad Garuda akan melangkah ke babak berikutnya untuk menghadapi pemenang dari laga antara Bulgaria melawan Kepulauan Solomon pada 31 Maret. Turnamen ini menjadi ajang penting bagi Indonesia untuk mengukur kemampuan sekaligus menambah jam terbang internasional di hadapan pendukung sendiri.
Ads

Dengan segala persiapan yang dilakukan, termasuk upaya ekstra dalam mengamankan perjalanan para pemain diaspora, PSSI berharap Timnas Indonesia dapat tampil maksimal dan meraih hasil terbaik di FIFA Series 2026. Dukungan dari FIFA dan perhatian penuh terhadap keselamatan pemain diharapkan dapat membawa berkah bagi perjalanan tim kebanggaan bangsa ini.

Sumber: CNN

FolksVoice

Lihat Semua
Sony Novian

Sony Novian

Co-Founder of Katagonia Language Solutions

Eksklusif 06 Mar 2026

Di Balik Mikrofon: Hal-Hal yang Tidak Pernah Didengar Publik dari Seorang Interpreter

Tapi tahukah Anda? Semua itu terbayar lunas ketika dua pihak yang berbeda bahasa bisa berjabat tangan dengan hangat, ketika kontrak senilai miliaran rupiah ditandatangani, atau ketika misi kemanusiaan berhasil dijalankan. Di balik mikrofon, saya tidak mencari tepuk tangan. Saya hanya ingin dunia ini sedikit lebih terhubung.

Sony Novian

Sony Novian

Co-Founder of Katagonia Language Solutions

Eksklusif 06 Mar 2026

Ketika Bahasa Menjadi Jembatan, Bukan Sekadar Kata

Dalam banyak pertemuan internasional yang saya hadiri, saya sering menyaksikan bagaimana satu kata yang diterjemahkan dengan nuansa yang sedikit berbeda dapat mengubah suasana sebuah diskusi. Bahasa tidak hanya membawa makna, tetapi juga emosi, konteks, dan kadang juga strategi.

Berita Terkait

Komentar 0 Komentar

Tulis Komentar

Anda harus login untuk berkomentar.

Login / Daftar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!