OLAHRAGA
Bulu Tangkis
Gagal di 16 Besar All England, Jonatan Christie Blak-blakan Soal Kehebatan Lawan
Tim Redaksi
06 Mar 2026 01:25
2,097 kali
Gambar Ilustrasi
Laga sebenarnya berjalan sengit, terutama di gim pertama. Jonatan sempat memberikan perlawanan ketat dan bahkan lima kali menggagalkan game point lawan. Namun, pada akhirnya ia harus menyerah 19-21. Memasuki gim kedua, Jonatan semakin kesulitan mengimbangi permainan cepat Lin Chun Yi dan harus rela kalah telak 12-21.
FolksInsight.com - Harapan Indonesia di sektor tunggal putra All England 2026 harus pupus lebih awal. Jonatan Christie, andalan Merah Putih, harus mengakui keunggulan wakil Chinese Taipei, Lin Chun Yi, di babak 16 besar. Bertanding di Utilita Arena Birmingham, Kamis (5/3/2026), Jonatan kalah dengan skor 19-21 dan 12-21.
Laga sebenarnya berjalan sengit, terutama di gim pertama. Jonatan sempat memberikan perlawanan ketat dan bahkan lima kali menggagalkan game point lawan. Namun, pada akhirnya ia harus menyerah 19-21. Memasuki gim kedua, Jonatan semakin kesulitan mengimbangi permainan cepat Lin Chun Yi dan harus rela kalah telak 12-21.
Meski kecewa, Jonatan tetap menunjukkan sikap sportif. Dalam rilis resmi PBSI, ia mengaku sudah berusaha maksimal dan tidak menyalahkan kondisi apapun.
"Puji Tuhan tetap bersyukur walau hasil akhirnya belum sesuai dengan harapan tapi saya rasa saya sudah melakukan yang terbaik," ujar Jonatan.
Lebih lanjut, pemain yang akrab disapa Jojo ini membeberkan analisisnya mengenai keunggulan lawan yang membuatnya kerepotan sepanjang pertandingan. Ia menilai Lin Chun Yi menampilkan permainan terbaiknya.
"Lin Chun-Yi bermain sangat baik juga hari ini sementara saya tadi beberapa kali sedikit ada miss dari penerapan strateginya. Secara keseluruhan ada hal yang bisa dievaluasi lagi," kata Jonatan.
Jojo kemudian menjelaskan secara detail apa yang membuatnya kesulitan menghadapi pemain Chinese Taipei tersebut. Menurutnya, lawan bermain dengan tempo yang jauh lebih cepat dan memiliki variasi pukulan yang merepotkan.
"Dia bermain jauh lebih cepat, terus juga dia punya beberapa variasi pukulan juga yang cukup menyulitkan. Dan nggak gampang dimatikan," ungkap Jonatan.
Ia juga mengakui bahwa faktor ketenangan dan kesabaran menjadi kendala. "Jadi mungkin dari hal itu saya kurang tenang, kurang bisa lebih sabar," tambahnya.
Menariknya, Jonatan membantah bahwa kegagalannya ini disebabkan oleh lama tidak bertanding di turnamen internasional. Ia menegaskan bahwa dirinya dalam kondisi siap dan kekalahan murni karena lawan bermain lebih baik.
"Kalau ditanya karena pengaruh saya lama break dari turnamen, saya rasa tidak ada," tegas peraih medali emas Asian Games 2018 tersebut.
Dengan tersingkirnya Jonatan, Indonesia kehilangan salah satu andalan di nomor tunggal putra. Publik bulu tangkis Tanah Air tentu berharap evaluasi yang disebut Jonatan bisa segera dilakukan agar performa apiknya bisa kembali pulih di turnamen-turnamen berikutnya.
Lin Chun Yi sendiri tampil impresif sepanjang turnamen. Kemenangan atas Jonatan menjadi modal berharga baginya untuk melangkah ke babak selanjutnya. Sementara bagi Jonatan, kekalahan ini menjadi pelajaran berharga untuk terus berkembang dan kembali bangkit di ajang berikutnya.