OLAHRAGA
Sepak Bola
Kena Semprot Pelatih Lawan soal Buang-Buang Waktu, Arteta Santai: Saya Cinta Pemain Saya!
Tim Redaksi
05 Mar 2026 19:45
1,425 kali
Gambar Ilustrasi
Tak hanya itu, pelatih muda asal Jerman tersebut bahkan menyatakan ketidaksudiannya untuk meraih kemenangan dengan cara-cara yang tidak elok seperti yang diperagakan Arsenal. Pernyataan ini tentu menjadi tamparan keras bagi etika bermain Arsenal.
FolksInsight.com - Kemenangan tipis Arsenal atas Brighton dengan skor 1-0 pada lanjutan Liga Inggris, Kamis (5/3/2026) dini hari WIB, ternyata menyisakan drama panas di luar lapangan. Pelatih Brighton, Fabian Hurzeler, melontarkan kritik pedas terhadap taktik yang diterapkan anak asuh Mikel Arteta. Namun, Arteta meresponsnya dengan kepala dingin.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Amex tersebut memang berjalan sengit. Arsenal berhasil membawa pulang tiga poin berkat gol tunggal Bukayo Saka. Namun, cara The Gunners meraih kemenangan itulah yang menjadi sorotan tajam Hurzeler.
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Hurzeler dengan gamblang mengkritik permainan Arsenal yang dinilainya terlalu banyak membuang-buang waktu. Ia secara khusus menyoroti aksi kiper Arsenal, David Raya, yang disebutnya berpura-pura cedera hingga tiga kali dalam kesempatan berbeda. Hurzeler juga menuduh Arsenal seolah-olah menerapkan aturan sendiri di lapangan.
Tak hanya itu, pelatih muda asal Jerman tersebut bahkan menyatakan ketidaksudiannya untuk meraih kemenangan dengan cara-cara yang tidak elok seperti yang diperagakan Arsenal. Pernyataan ini tentu menjadi tamparan keras bagi etika bermain Arsenal.
Menanggapi kritik tajam tersebut, Mikel Arteta memilih untuk tidak terpancing emosi. Manajer asal Spanyol ini merespons dengan tenang, bahkan memuji performa tim asuhannya.
"Jika Anda melihat kembali pertandingan-pertandingan sebelumnya, Anda akan selalu menemukan banyak komentar seperti ini," kata Arteta menyinggung bahwa kritik terhadap timnya sudah sering terjadi.
Alih-alih terlibat perang kata-kata, Arteta justru memilih untuk fokus pada hal positif, yaitu kemenangan penting yang diraih timnya. Ia menegaskan kebanggaannya terhadap perjuangan para pemain di lapangan.
"Saya mencintai para pemain saya. Itulah intinya. Saya mencintai para pemain dan juga menyukai cara kami berkompetisi," ujar Arteta dengan penuh keyakinan.
Arteta memahami bahwa berada di puncak klasemen seperti saat ini pasti akan membuat timnya menjadi incaran kritik. Lawan-lawan tentu ingin merebut posisi tersebut dengan berbagai cara, termasuk melalui tekanan psikologis.
"Ketika Anda berada di posisi seperti sekarang ini, jelas lawan ingin merebutnya dari Anda. Itu hal lumrah karena itulah olahraga," tutur Arteta filosofis.
Kemenangan tipis di kandang Brighton ini memang amat berharga bagi Arsenal dalam perburuan gelar juara Premier League musim ini. Tambahan tiga poin membuat The Gunners semakin kokoh di puncak klasemen dengan koleksi 67 poin. Mereka unggul tujuh angka dari pesaing terdekat, Manchester City, yang masih memiliki satu pertandingan tunda.
Sementara bagi Brighton, kekalahan ini membuat mereka turun ke peringkat 13 klasemen. Tentu kekecewaan Hurzeler sangat beralasan, terlebih melihat cara Arsenal yang dinilainya tidak fair.
Insiden ini menambah bumbu panas persaingan di papan atas Liga Inggris. Perang komentar antara dua pelatih ini menjadi tontonan menarik bagi para penggemar sepak bola. Namun, yang terpenting bagi Arsenal, mereka tetap fokus pada misi utama: membawa pulang trofi Premier League setelah sekian lama dinantikan.