BREAKING Selamat datang di FolksInsight.com I Informasi Berbasis Data, Perspektif Berbasis Fakta.
MARKET LIVE
Columbus | Awan tersebar | 25°C

Gokil! Drawing Piala AFF U-17: Timnas Indonesia Masuk Grup Neraka, Jumpa Malaysia & Vietnam

Gokil! Drawing Piala AFF U-17: Timnas Indonesia Masuk Grup Neraka, Jumpa Malaysia & Vietnam
Meski tergabung dalam grup berat, target tinggi tetap diusung. Pada Piala AFF U-17 edisi ke-17 ini, Indonesia mengincar gelar juara di kandang sendiri. Dari lima kali pengalaman menjadi tuan rumah, tim Merah Putih berhasil keluar sebagai juara sebanyak dua kali. Catatan ini tentu menjadi motivasi tambahan bagi para pemain muda untuk mengulang kesuksesan tersebut.
FolksInsight.com - Hasil drawing Piala AFF U-17 2026 yang digelar di Jakarta pada Jumat, 6 Maret 2026, langsung menjadi sorotan. Timnas Indonesia U-17 yang bertindak sebagai tuan rumah harus rela ditempatkan di grup yang bisa dibilang neraka. Bertempat di Grup A, skuad Garuda Muda akan bersaing memperebutkan tiket semifinal melawan tiga negara, yakni Timor Leste, Malaysia, dan Vietnam.

Acara drawing yang berlangsung di Jakarta tersebut dihadiri langsung oleh Exco PSSI Muhammad serta pelatih kepala Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto. Kehadiran sang pelatih menunjukkan keseriusan tim dalam menghadapi turnamen dua tahunan ini.
Ads

Sebagai tuan rumah, Indonesia otomatis menempati posisi di Grup A. Namun, keuntungan sebagai tuan rumah seolah tidak sepenuhnya berpihak setelah dua rival abad, Malaysia dan Vietnam, ikut menghuni grup yang sama. Persaingan sengit dipastikan akan terjadi sejak babak penyisihan.

Target Juara di Kandang Sendiri

Meski tergabung dalam grup berat, target tinggi tetap diusung. Pada Piala AFF U-17 edisi ke-17 ini, Indonesia mengincar gelar juara di kandang sendiri. Dari lima kali pengalaman menjadi tuan rumah, tim Merah Putih berhasil keluar sebagai juara sebanyak dua kali. Catatan ini tentu menjadi motivasi tambahan bagi para pemain muda untuk mengulang kesuksesan tersebut.

Momen terakhir Indonesia meraih gelar juara adalah pada edisi 2022, saat turnamen masih menggunakan kategori usia U-16. Saat itu, skuad Garuda Muda berhasil menorehkan prestasi membanggakan di hadapan publik sendiri. Kini, dengan status tuan rumah dan materi pemain yang terus dipersiapkan, optimisme untuk kembali merebut trofi pun membuncah.
Ads

Namun, jalan menuju juara tidak akan mudah. Rekor juara terbanyak di turnamen ini masih dipegang oleh tiga negara raksasa Asia Tenggara, yakni Thailand, Vietnam, dan Australia, yang masing-masing telah mengoleksi tiga gelar juara. Kehadiran Vietnam di grup yang sama menjadi ujian pertama bagi Indonesia untuk membuktikan diri.

Debut Kurniawan Dwi Yulianto
Ads

Piala AFF U-17 2026 juga akan menjadi ajang debut bagi Kurniawan Dwi Yulianto sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia U-17. Sebelumnya, kursi kepelatihan masih dipegang oleh Nova Arianto dalam beberapa laga uji coba. Kini, Kurniawan dipercaya untuk membawa tim ini meraih prestasi maksimal.

Pengalaman Kurniawan sebagai mantan pemain timnas tentu menjadi nilai tambah. Ia diharapkan mampu meramu strategi jitu untuk menghadapi lawan-lawan tangguh di fase grup, sekaligus membawa mental juara kepada para pemain mudanya.

Jadwal dan Venue

Rencananya, Piala AFF U-17 2026 akan digelar di dua kota di Jawa Timur, yakni Sidoarjo dan Gresik. Stadion Gelora Delta di Sidoarjo dan Stadion Joko Samudro di Gresik akan menjadi saksi perjuangan tim-tim muda Asia Tenggara memperebutkan gelar juara. Turnamen ini dijadwalkan berlangsung pada 11 hingga 23 April 2026.

Dengan hasil drawing yang menempatkan Indonesia di grup neraka, laga-laga penyisihan dipastikan akan berlangsung sengit dan menarik untuk disaksikan. Dukungan penuh dari masyarakat Indonesia tentu menjadi suntikan semangat bagi Garuda Muda untuk bisa melewati fase grup dan melaju hingga partai puncak.

FolksVoice

Lihat Semua
Sony Novian

Sony Novian

Co-Founder of Katagonia Language Solutions

Eksklusif 06 Mar 2026

Di Balik Mikrofon: Hal-Hal yang Tidak Pernah Didengar Publik dari Seorang Interpreter

Tapi tahukah Anda? Semua itu terbayar lunas ketika dua pihak yang berbeda bahasa bisa berjabat tangan dengan hangat, ketika kontrak senilai miliaran rupiah ditandatangani, atau ketika misi kemanusiaan berhasil dijalankan. Di balik mikrofon, saya tidak mencari tepuk tangan. Saya hanya ingin dunia ini sedikit lebih terhubung.

Sony Novian

Sony Novian

Co-Founder of Katagonia Language Solutions

Eksklusif 06 Mar 2026

Ketika Bahasa Menjadi Jembatan, Bukan Sekadar Kata

Dalam banyak pertemuan internasional yang saya hadiri, saya sering menyaksikan bagaimana satu kata yang diterjemahkan dengan nuansa yang sedikit berbeda dapat mengubah suasana sebuah diskusi. Bahasa tidak hanya membawa makna, tetapi juga emosi, konteks, dan kadang juga strategi.

Berita Terkait

Komentar 0 Komentar

Tulis Komentar

Anda harus login untuk berkomentar.

Login / Daftar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!