FolksInsight.com - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 04.58 WIB, telah menewaskan sedikitnya 53 orang dan melukai 135 orang lainnya. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan korban meninggal tersebar di enam kabupaten, dengan Manggarai menjadi wilayah terdampak terparah dengan 25 korban jiwa, disusul Manggarai Timur 20 jiwa, Sikka empat jiwa, Ende dua jiwa, serta Nagekeo dan Manggarai Barat masing-masing satu jiwa.
Gempa yang episentrumnya berada di laut sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer ini dipicu oleh aktivitas Sesar Naik Busur Belakang Flores (Flores Back-arc Thrust). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami yang kemudian dicabut sekitar tiga jam setelah gempa utama. Gelombang tsunami tercatat di sepuluh titik dengan ketinggian maksimal 0,94 meter. Hingga Senin, 17 Agustus 2026, BMKG mencatat telah terjadi 1.598 gempa susulan, termasuk gempa berkekuatan M5,8 yang sempat menyebabkan kepanikan peserta upacara HUT ke-81 RI di Stadion Marilonga, Kota Ende.

Polri Beri Sinyal Hormati Keputusan Kejagung Pasca Praperadilan Febrie Ditolak

Malam Sabtu, Dua Pos Polantas di Surabaya Diduga Jadi Target Bom Molotov OTKMalam Sabtu, Dua Pos Polantas di Surabaya Diduga Jadi Target Bom Molotov OTK

Prabowo Gelar Bukber Spesial di Istana: Ulama dan Tokoh Ormas Islam Diundang Bahas Isu Global?
Dampak kerusakan dilaporkan melanda sejumlah infrastruktur vital, termasuk gedung pelabuhan Laurentius Say di Maumere, gedung STI KP Santo Paulus di Ruteng, serta longsor yang menutup akses jalan utama di beberapa ruas seperti Ruteng-Reo, Ruteng-Iteng, dan Ruteng-Borong. Pemerintah pusat telah menetapkan delapan langkah strategis percepatan penanganan darurat dan mengerahkan ribuan personel TNI-Polri serta lebih dari 3.500 personel gabungan. Selain itu, Polda NTT menerjunkan Tim Trauma Healing menggunakan pesawat Hercules TNI AU untuk memberikan pendampingan psikologis kepada pengungsi di Kabupaten Sikka.
BNPB melaporkan pemulihan infrastruktur listrik pascagempa telah mencapai sekitar 99,4 persen, sementara pemulihan komunikasi terus dikebut. Bantuan kemanusiaan mengalir dari berbagai daerah, termasuk Pemprov Jawa Tengah yang menerjunkan 16 personel gabungan serta ribuan paket logistik berupa 4 ton beras dan dukungan kesehatan, serta Polda Bali yang mengirim 5 truk bantuan sebagai bagian dari pengiriman serentak 44 truk oleh Polri. Pemerintah menyatakan optimis dapat menangani dampak gempa secara mandiri dan belum membuka bantuan asing.
Sumber: Kontributor FolksInsight
