OLAHRAGA
Sepak Bola
Gawat! Perang Iran Vs AS-Israel Ancam Kehadiran Pemain Timnas di FIFA Series, PSSI Was-was
Tim Redaksi
06 Mar 2026 22:14
2,164 kali
Gambar Ilustrasi
Arya Sinulingga mengakui bahwa pihaknya saat ini terus memantau secara seksama eskalasi perang yang terjadi di kawasan Timur Tengah. Kekhawatiran terbesar adalah terganggunya perjalanan para pemain dari klub asal mereka di Eropa menuju Tanah Air. Sebagian besar rute penerbangan dari Eropa ke Indonesia memang masih melewati wilayah Timur Tengah, yang kini menjadi zona konflik panas.
FolksInsight.com - Konflik bersenjata yang melibatkan Iran melawan Amerika Serikat dan Israel tidak hanya mengguncang stabilitas geopolitik global, tetapi kini mulai berdampak pada dunia olahraga Indonesia. Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, mengungkapkan kekhawatirannya bahwa perang di Asia Barat dapat mengganggu rencana Timnas Indonesia yang akan berlaga di FIFA Series 2026 pada akhir Maret mendatang.
Sesuai dengan kalender FIFA, Timnas Indonesia dijadwalkan menjalani dua pertandingan dalam tajuk FIFA Series 2026 yang akan berlangsung di Jakarta. Rencananya, skuad Garuda akan mulai berkumpul pada pekan terakhir Maret, tepat setelah kompetisi domestik dijeda. Namun, ada satu masalah besar yang kini membayangi: sulitnya mencari rute penerbangan yang aman bagi para pemain yang merumput di Eropa.
Arya Sinulingga mengakui bahwa pihaknya saat ini terus memantau secara seksama eskalasi perang yang terjadi di kawasan Timur Tengah. Kekhawatiran terbesar adalah terganggunya perjalanan para pemain dari klub asal mereka di Eropa menuju Tanah Air. Sebagian besar rute penerbangan dari Eropa ke Indonesia memang masih melewati wilayah Timur Tengah, yang kini menjadi zona konflik panas.
"Saya sedikit khawatir mengenai hal ini, penerbangan teman-teman [pemain], kalau yang bisa bertanding, dari Eropa sedikit [susah]. Kita tahu situasi di Timur Tengah seperti itu," ujar Arya saat ditemui awak media, Jumat, 6 Maret 2026.
PSSI, menurut Arya, kini tengah memikirkan solusi terbaik agar para pemain tetap bisa bergabung tanpa mengorbankan keselamatan mereka. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah mencari rute alternatif melalui negara-negara yang tidak terlibat atau terdampak langsung oleh perang. Keputusan ini harus diambil dengan hati-hati mengingat eskalasi konflik di Asia Barat sedang berada di titik puncaknya.
"Nanti coba dicari cara bagaimana supaya apakah memungkinkan untuk terbang ke Indonesia atau tidak. Situasi sekarang kita belum tahu bagaimananya, lewat mana," imbuhnya.
Pilihan rute penerbangan menjadi krusial karena menyangkut nyawa para pemain. Arya menegaskan bahwa PSSI tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan. Keselamatan para pemain adalah prioritas utama di atas segalanya.
Sejumlah pemain andalan Timnas Indonesia yang saat ini berkiprah di klub-klub Eropa akan menjadi tulang punggung tim. Nama-nama seperti Jay Idzes, Emil Audero, Kevin Diks, Calvin Verdonk, Maarten Paes, dan Justin Hubner sangat diharapkan kehadirannya. Namun, situasi geopolitik yang tidak menentu membuat kepastian kehadiran mereka masih tanda tanya besar.
Dengan waktu yang semakin mendekati agenda FIFA Series, PSSI harus bekerja cepat mencari solusi. Apakah para pemain diaspora akan menemukan jalan aman menuju Indonesia, atau justru konflik ini akan menjadi penghalang pertama sebelum mereka berlaga di kandang sendiri? Semua mata kini tertuju pada perkembangan situasi di Timur Tengah dan kebijakan penerbangan global.