FolksInsight.com - Dua siswi yang menjadi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, terpaksa dirujuk ke Jakarta guna mendapatkan perawatan lanjutan. Langkah ini diambil setelah kondisi keduanya memerlukan penanganan medis yang lebih intensif di fasilitas kesehatan dengan kapasitas lebih memadai.
Gubernur Sumatera Utara memastikan bahwa seluruh biaya perawatan, baik medis maupun psikologis, menjadi tanggung jawab pemerintah. Ia menegaskan bahwa proses rujukan dilakukan demi keselamatan dan pemulihan para korban yang masih berusia sekolah tersebut. Penanganan psikologis juga disiapkan mengingat dampak trauma yang mungkin dialami para siswi pasca-insiden keracunan.
Kasus ini menambah daftar panjang insiden keracunan yang terjadi dalam pelaksanaan program MBG di berbagai daerah. Berdasarkan data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), tercatat sebanyak 8.649 siswa di seluruh Indonesia mengalami keracunan akibat mengonsumsi makanan dari program tersebut hingga 27 September 2025. Angka ini menunjukkan bahwa persoalan keamanan pangan dalam program MBG masih menjadi tantangan serius yang harus segera dibenahi.
Menanggapi hal tersebut, pemerintah telah memperketat standar kebersihan dan pengawasan dalam penyelenggaraan program MBG. Langkah ini diharapkan dapat mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang, sekaligus memastikan bahwa tujuan mulia program untuk meningkatkan gizi anak-anak Indonesia dapat tercapai tanpa mengorbankan aspek keamanan pangan.
Sumber: CNN Indonesia
Link Berita: CNN Indonesia

