BREAKING Selamat datang di FolksInsight.com I Informasi Berbasis Data, Perspektif Berbasis Fakta.
MARKET LIVE
Columbus | Awan tersebar | 25°C

Bocah Ajaib Indonesia Umbar 3 Mimpi Gila: Liga Champions, Barcelona, dan Piala Dunia 2031

Bocah Ajaib Indonesia Umbar 3 Mimpi Gila: Liga Champions, Barcelona, dan Piala Dunia 2031
Mimpi pertamanya adalah berlaga di kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa. "Saya ingin berkarier di Eropa dan suatu hari bermain di Liga Champions. Itu adalah mimpi terbesar saya," ucap pemain yang pernah berlatih di Hamburger SV itu.
FolksInsight.com - Namanya mungkin belum setenar bintang sepak bola top dunia, tetapi mimpi yang diusung Claudia Scheunemann patut diacungi jempol. Pesepak bola putri berusia 16 tahun asal Indonesia ini baru saja menandatangani kontrak profesional bersama klub Belanda, FC Utrecht. Namun, itu baru awal. Dalam wawancara terbarunya, Claudia membeberkan tiga ambisi besar yang ingin ia wujudkan selama berkarier di dunia si kulit bundar.

Kabar gembira mengenai kontrak profesional Claudia di Utrecht memang telah menggema di kalangan pecinta sepak bola Indonesia. Tak hanya keluarga, seluruh masyarakat pecinta sepak bola Tanah Air ikut berbangga. Namun, siapa sangka, di balik kebahagiaan itu, Claudia menyimpan mimpi-mimpi yang jauh lebih tinggi.
Ads

Dalam wawancara eksklusif dengan media Utrecht yang tayang di kanal YouTube, Claudia mengungkapkan bahwa ia telah bercita-cita menjadi pemain besar sejak usia sembilan tahun. Kini, dengan kontrak profesional di genggaman, ia semakin mantap melangkah.

"Saat berusia sembilan tahun saya mulai benar-benar bermimpi untuk menjadi pemain besar di sepak bola," kata Claudia dalam wawancara berdurasi 13 menit 46 detik tersebut.

Mimpi pertamanya adalah berlaga di kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa. "Saya ingin berkarier di Eropa dan suatu hari bermain di Liga Champions. Itu adalah mimpi terbesar saya," ucap pemain yang pernah berlatih di Hamburger SV itu.

Liga Champions wanita memang menjadi panggung tertinggi bagi pesepak bola putri di Eropa. Bermain di kompetisi ini berarti bersaing dengan klub-klub terbaik dan pemain-pemain top dunia. Claudia sadar jalan menuju ke sana tidak mudah, tetapi ia bertekad tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan Utrecht sebagai batu loncatan.
Ads

Mimpi keduanya tak kalah ambisius. Claudia mengidamkan suatu hari bisa berseragam Barcelona, klub yang menjadi favoritnya sejak kecil. Ketertarikannya pada Barcelona tak lepas dari sosok Lionel Messi yang ia idolakan. Meskipun Messi kini telah pergi, kecintaan Claudia pada klub Katalan itu tetap membara.

"Tujuan terbesar saya sebenarnya adalah bermain untuk Barcelona. Itu klub favorit saya karena saya juga mengidolakan [Lionel] Messi," kata Claudia menjelaskan. Barcelona sendiri dikenal sebagai salah satu raksasa sepak bola putri Eropa dengan segudang prestasi.
Ads

Namun, mimpi terbesar ketiga Claudia adalah yang paling menyentuh hati. Ia ingin membawa Tim Nasional Indonesia tampil di Piala Dunia. Bukan sekadar mimpi pribadi, ia ingin mewujudkan impian seluruh rakyat Indonesia yang selama ini belum pernah merasakan atmosfer Piala Dunia, baik di level putra maupun putri.

"Saat pertama kali menyanyikan lagu kebangsaan, saya sampai menangis. Rasanya luar biasa dan sangat membanggakan. Itu adalah momen yang akan selalu saya ingat," kenang Claudia tentang debutnya bersama Timnas Indonesia di usia 13 tahun.

"Saya berharap Indonesia bisa tampil di Piala Dunia. Itu adalah mimpi terbesar kami, dan semoga bisa terjadi di Piala Dunia 2031," ucapnya penuh harap.

Mimpi untuk membawa Indonesia ke Piala Dunia 2031 tentu bukan pekerjaan rumah yang mudah. Dibutuhkan kerja keras, konsistensi, dan dukungan dari berbagai pihak. Namun, dengan tekad baja dan bakat yang dimiliki, bukan tidak mungkin Claudia akan menjadi salah satu motor penggerak kebangkitan sepak bola putri Indonesia.

Saat ini, Claudia fokus mengembangkan diri di Utrecht. Ia tahu perjalanan masih panjang. Dari Belanda, ia ingin menatap Eropa lebih luas, mengejar mimpi ke Barcelona, dan pada akhirnya mengukir sejarah untuk Indonesia. Tiga mimpi besar itu kini menggantung di langit tinggi, menanti untuk diwujudkan oleh seorang gadis 16 tahun asal Indonesia.

FolksVoice

Lihat Semua
Sony Novian

Sony Novian

Co-Founder of Katagonia Language Solutions

Eksklusif 06 Mar 2026

Di Balik Mikrofon: Hal-Hal yang Tidak Pernah Didengar Publik dari Seorang Interpreter

Tapi tahukah Anda? Semua itu terbayar lunas ketika dua pihak yang berbeda bahasa bisa berjabat tangan dengan hangat, ketika kontrak senilai miliaran rupiah ditandatangani, atau ketika misi kemanusiaan berhasil dijalankan. Di balik mikrofon, saya tidak mencari tepuk tangan. Saya hanya ingin dunia ini sedikit lebih terhubung.

Sony Novian

Sony Novian

Co-Founder of Katagonia Language Solutions

Eksklusif 06 Mar 2026

Ketika Bahasa Menjadi Jembatan, Bukan Sekadar Kata

Dalam banyak pertemuan internasional yang saya hadiri, saya sering menyaksikan bagaimana satu kata yang diterjemahkan dengan nuansa yang sedikit berbeda dapat mengubah suasana sebuah diskusi. Bahasa tidak hanya membawa makna, tetapi juga emosi, konteks, dan kadang juga strategi.

Berita Terkait

Komentar 0 Komentar

Tulis Komentar

Anda harus login untuk berkomentar.

Login / Daftar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!