BREAKING Selamat datang di FolksInsight.com I Informasi Berbasis Data, Perspektif Berbasis Fakta.
MARKET LIVE
Columbus | Awan tersebar | 21°C

All England 2026: Rian/Rahmat Tumbang 39 Menit, Digulung Pasangan China di Perempat Final

All England 2026: Rian/Rahmat Tumbang 39 Menit, Digulung Pasangan China di Perempat Final
Memasuki pertengahan gim, pasangan China berhasil menjauh dengan keunggulan 13-9. Tertinggal empat poin, Rian/Rahmat tidak menyerah. Mereka terus berupaya menekan dan perlahan mulai memangkas ketertinggalan hingga kedudukan menjadi 16-15. Sayangnya, momentum tersebut tidak dapat dipertahankan. Chen/Liu kembali menunjukkan ketenangan dan berhasil menutup gim pertama dengan kemenangan 21-16 dalam tempo 17 menit.
FolksInsight.com - Langkah ganda putra Indonesia, Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat, harus terhenti di babak perempat final All England 2026. Bertanding melawan wakil China, Chen Boyang/Liu Yi, di Utilita Arena Birmingham pada Jumat, 6 Maret 2026, Rian/Rahmat harus mengakui keunggulan lawan setelah kalah straight game 16-21 dan 10-21 dalam waktu 39 menit.

Gim pertama dimulai dengan tempo cepat. Rian/Rahmat langsung tancap gas dan berhasil merebut dua poin beruntun. Namun, keunggulan awal ini tidak bertahan lama. Pasangan China yang bermain agresif segera membalas dengan meraih empat poin berturut-turut dan berbalik unggul.
Ads

Pertandingan berlangsung sengit dengan pola kejar-kejaran poin. Meskipun Chen/Liu selalu unggul lebih dulu, Rian/Rahmat mampu menjaga jarak dan beberapa kali menyamakan kedudukan, termasuk saat imbang 8-8.

Memasuki pertengahan gim, pasangan China berhasil menjauh dengan keunggulan 13-9. Tertinggal empat poin, Rian/Rahmat tidak menyerah. Mereka terus berupaya menekan dan perlahan mulai memangkas ketertinggalan hingga kedudukan menjadi 16-15. Sayangnya, momentum tersebut tidak dapat dipertahankan. Chen/Liu kembali menunjukkan ketenangan dan berhasil menutup gim pertama dengan kemenangan 21-16 dalam tempo 17 menit.

Memasuki gim kedua, Rian/Rahmat bertekad bangkit dan tampil lebih solid. Mereka langsung mengambil inisiatif serangan dengan meraih dua poin beruntun. Duel-duel cepat di depan net mewarnai awal gim kedua, dengan kedua pasangan saling bergantian meraih poin.

Rian/Rahmat berhasil tampil cukup stabil di paruh awal gim kedua. Mereka mampu mempertahankan keunggulan tipis dengan selisih dua poin hingga kedudukan 7-5. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Chen/Liu perlahan tapi pasti mulai mendekat dan akhirnya berhasil memangkas ketertinggalan.
Ads

Memasuki interval gim kedua, pasangan China berhasil berbalik unggul dengan skor 11-8. Selepas jeda, situasi semakin berat bagi Rian/Rahmat. Chen/Liu tampil semakin percaya diri dan langsung melesat dengan meraih empat poin beruntun. Pasangan peringkat ke-29 dunia itu menggempur pertahanan Indonesia dengan bola-bola cepat di depan net yang sulit dikembalikan.

Tertinggal jauh 18-10, Rian/Rahmat mencoba memberikan perlawanan. Namun, selisih poin yang sudah terlalu lebar membuat mereka lebih banyak bermain bertahan untuk mengurangi risiko. Pertandingan akhirnya ditutup dengan kemenangan Chen/Liu 21-10, sekaligus memastikan langkah mereka ke babak semifinal.
Ads

Kekalahan ini menjadi catatan tersendiri bagi Rian/Rahmat yang gagal melaju ke empat besar turnamen bulu tangkis tertua di dunia. Meski demikian, perjuangan mereka di All England 2026 tetap patut diapresiasi. Kini, pasangan Indonesia harus segera bangkit dan mempersiapkan diri untuk turnamen-turnamen berikutnya.

FolksVoice

Lihat Semua
Sony Novian

Sony Novian

Co-Founder of Katagonia Language Solutions

Eksklusif 06 Mar 2026

Di Balik Mikrofon: Hal-Hal yang Tidak Pernah Didengar Publik dari Seorang Interpreter

Tapi tahukah Anda? Semua itu terbayar lunas ketika dua pihak yang berbeda bahasa bisa berjabat tangan dengan hangat, ketika kontrak senilai miliaran rupiah ditandatangani, atau ketika misi kemanusiaan berhasil dijalankan. Di balik mikrofon, saya tidak mencari tepuk tangan. Saya hanya ingin dunia ini sedikit lebih terhubung.

Sony Novian

Sony Novian

Co-Founder of Katagonia Language Solutions

Eksklusif 06 Mar 2026

Ketika Bahasa Menjadi Jembatan, Bukan Sekadar Kata

Dalam banyak pertemuan internasional yang saya hadiri, saya sering menyaksikan bagaimana satu kata yang diterjemahkan dengan nuansa yang sedikit berbeda dapat mengubah suasana sebuah diskusi. Bahasa tidak hanya membawa makna, tetapi juga emosi, konteks, dan kadang juga strategi.

Berita Terkait

Komentar 0 Komentar

Tulis Komentar

Anda harus login untuk berkomentar.

Login / Daftar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!