FolksInsight.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Rusia dan Ukraina telah mencapai kesepakatan gencatan senjata pada sektor energi. Klaim tersebut disampaikan Trump melalui platform Truth Social, yang menyatakan bahwa kedua negara setuju untuk tidak saling menyerang fasilitas energi. Namun, pernyataan itu langsung menuai tanda tanya setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengaku tidak mengetahui adanya kesepakatan tersebut.
Menurut laporan CNN Indonesia, Trump menegaskan bahwa Ukraina dan Rusia sama-sama berkomitmen menghentikan serangan terhadap target energi. Klaim ini muncul sehari setelah Trump menegur Zelensky terkait serangan Ukraina terhadap kilang minyak Rusia. Trump menilai serangan tersebut memperburuk situasi global dan menghambat upaya perdamaian. Ia juga menyebut kenaikan harga solar dunia lebih disebabkan oleh perang Rusia-Ukraina, bukan konflik Iran.
Sementara itu, Zelensky memberikan respons berbeda. Ia menyatakan tidak menerima informasi mengenai kesepakatan gencatan senjata energi tersebut. Pernyataan Zelensky ini menimbulkan keraguan tentang validitas klaim Trump. Sejumlah sumber tidak memberikan jawaban pasti apakah kesepakatan benar-benar terjadi. Situasi ini menambah ketidakpastian di tengah lonjakan harga minyak dan tekanan inflasi global, terutama menjelang pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Rusia maupun Ukraina mengenai isi kesepakatan. Dunia masih menantikan kejelasan apakah gencatan senjata energi akan benar-benar diberlakukan atau hanya sebatas pernyataan politik.
Sumber: CNN Indonesia
Link Berita: CNN Indonesia


