HIBURAN
Film
Setelah 7 Tahun Terkunci, Adegan Bumi Manusia yang Hilang Kini Hadir di Versi Extended
Tim Redaksi
06 Mar 2026 01:39
3,623 kali
Gambar Ilustrasi
Baginya, perilisan ini adalah bentuk komitmen untuk menghadirkan tontonan berkualitas yang melampaui sekadar hiburan. "Kami percaya karya sebesar Bumi Manusia memiliki jiwa yang tidak cukup hanya diceritakan dalam satu format. Menjelang Lebaran, kami ingin menghadirkan tontonan yang bukan hanya menghibur, tetapi juga memperkaya batin," kata dia.
FolksInsight.com - Tepat di hari Kamis (5/3/2026), para pencinta karya Pramoedya Ananta Toer mendapatkan hadiah istimewa. Rumah produksi Falcon Pictures, melalui platform OTT KlikFilm, merilis Bumi Manusia Extended, sebuah versi baru dari film adaptasi novel legendaris tersebut. Perilisan ini menjadi kado spesial dalam rangka memperingati satu abad lahirnya sang maestro sastra Indonesia.
Bumi Manusia Extended bukan sekadar film yang diperpanjang durasinya secara teknis. Versi ini mencoba memberikan ruang bagi adegan-adegan yang selama tujuh tahun terakhir terkunci rapat dalam ruang penyuntingan. Tayang eksklusif dalam enam bagian, film ini mulai menyapa penonton pada Kamis (5/3/2026) dan akan ditayangkan setiap Senin dan Kamis.
Direktur KlikFilm, Frederica, mengungkapkan bahwa proyek ini merupakan bentuk penghormatan kepada Pramoedya Ananta Toer yang akan genap satu abad usianya. Menurutnya, karya sebesar Bumi Manusia memiliki jiwa yang terlalu luas untuk dipenjara dalam batasan durasi bioskop yang sempit.
"Dengan merayakan seabad Pram, kami mau merilis film Bumi Manusia Extended. Kita bagi enam part. Terima kasih kepada pihak keluarga yang sudah memberi izin," ujar Frederica pada Rabu (4/3/2026).
Baginya, perilisan ini adalah bentuk komitmen untuk menghadirkan tontonan berkualitas yang melampaui sekadar hiburan. "Kami percaya karya sebesar Bumi Manusia memiliki jiwa yang tidak cukup hanya diceritakan dalam satu format. Menjelang Lebaran, kami ingin menghadirkan tontonan yang bukan hanya menghibur, tetapi juga memperkaya batin," kata dia.
Mengingat kembali ke belakang, saat Bumi Manusia pertama kali dirilis di bioskop tujuh tahun silam, ada banyak diskusi yang muncul di kalangan pembaca novelnya. Banyak yang merasa bahwa film tersebut terlalu fokus pada romansa Minke dan Annelies, sementara lapisan sosial-politik dan pergulatan pemikiran yang menjadi fondasi novelnya terasa tersapu oleh tempo yang cepat.
Kritik tersebut sepertinya didengar oleh rumah produksi. Dalam versi extended ini, penonton diajak menyelami lebih dalam pergulatan batin Minke, kritik sosial yang tajam, serta kompleksitas hubungan antartokoh yang selama ini hanya tersaji dalam lembaran novel setebal 500 halaman.
Format serial enam bagian ini memungkinkan penceritaan yang lebih utuh dan mendalam. Penonton kini bisa menikmati detail-detail kecil yang mungkin terpotong dalam versi bioskop. Setiap episode memberikan ruang bagi karakter-karakter untuk berkembang dan bagi narasi untuk bernapas lebih lega.
Keluarga besar Pramoedya Ananta Toer disebut telah memberikan izin dan restu atas perilisan versi extended ini. Hal ini menjadi nilai tambah tersendiri, mengingat karya-karya Pram selalu dijaga ketat orisinalitas dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Bagi para penggemar setia novel Bumi Manusia, kehadiran versi extended ini bagaikan oase di tengah dahaga akan visualisasi yang lebih utuh dari karya favorit mereka. Sementara bagi generasi baru yang mungkin belum sempat menikmati film versi bioskop tujuh tahun lalu, ini adalah kesempatan emas untuk mengenal salah satu karya sastra terbesar Indonesia dalam format yang lebih kaya.
Bumi Manusia Extended tayang eksklusif di KlikFilm. Dengan hadirnya versi ini, Falcon Pictures dan KlikFilm berharap dapat terus menghidupkan warisan sastra Indonesia dan memperkenalkannya kepada khalayak yang lebih luas, lintas generasi.