BREAKING Selamat datang di FolksInsight.com I Informasi Berbasis Data, Perspektif Berbasis Fakta.
MARKET LIVE
Columbus | Sedikit berawan | 5°C

Gempur Netflix! Film Religi Indonesia "Jangan Panggil Mama Kafir" Kalahkan Film Hollywood

Gempur Netflix! Film Religi Indonesia
Kesuksesan "Jangan Panggil Mama Kafir" rupanya tidak hanya terbatas di dalam negeri. Popularitas film ini merambah hingga ke negara tetangga, Malaysia. Di platform yang sama, film ini berhasil menduduki peringkat kedua dalam daftar Top 10 Netflix Malaysia pekan ini, menunjukkan bahwa cerita dan nilai-nilai yang diangkat mampu diterima oleh penonton di kawasan regional.
FolksInsight.com - Industri perfilman Tanah Air kembali menunjukkan taringnya di kancah digital. Dalam dua pekan terakhir, konten lokal sukses mendominasi layanan streaming Netflix Indonesia dengan menguasai 70 persen posisi dalam daftar Top 10 Film terpopuler. Pencapaian ini menandai betapa kuatnya daya tarik film buatan dalam negeri di hati penonton.

Fenomena yang paling mencuri perhatian adalah kesuksesan film drama religi berjudul "Jangan Panggil Mama Kafir". Setelah memulai debutnya di puncak klasemen pada pekan lalu, film ini berhasil mempertahankan posisi nomor satu selama dua minggu berturut-turut. Ketahanan film ini di puncak membuktikan bahwa cerita lokal dengan nuansa religius memiliki pangsa pasar yang sangat besar di platform digital.
Ads

Kesuksesan "Jangan Panggil Mama Kafir" rupanya tidak hanya terbatas di dalam negeri. Popularitas film ini merambah hingga ke negara tetangga, Malaysia. Di platform yang sama, film ini berhasil menduduki peringkat kedua dalam daftar Top 10 Netflix Malaysia pekan ini, menunjukkan bahwa cerita dan nilai-nilai yang diangkat mampu diterima oleh penonton di kawasan regional.

Dominasi film Indonesia ini bahkan mampu menggeser film-film Hollywood bergengsi. Salah satu yang menjadi korban adalah "War Machine", film laga terbaru yang dibintangi oleh Alan Ritchson. Meskipun secara global film ini dinobatkan sebagai film terlaris di Netflix pekan ini—mengalahkan "Jurassic World Rebirth" dan "KPop Demon Hunters"—di Indonesia, "War Machine" harus puas bertengger di posisi kedua setelah resmi tayang pada 6 Maret lalu.

Persaingan ketat di jajaran atas juga membuat beberapa film unggulan harus rela turun peringkat. Film horor adaptasi "Shutter", yang dibintangi Vino G. Bastian, kini menempati posisi ketiga setelah sebelumnya bersaing di papan atas. Pergeseran ini terjadi seiring dengan masuknya jajaran film baru yang dirilis pada 5 Maret lalu, yang didominasi oleh tema religi dan drama keluarga.

Dampak dari gempuran film-film baru ini terasa hingga ke jajaran tengah. Film "Kang Solah" yang pekan lalu berada di peringkat keempat, kini harus tergeser ke posisi keenam. Posisi keempat dan kelima masing-masing ditempati oleh "Air Mata di Ujung Sajadah" dan "Pengin Hijrah", dua film drama keluarga yang juga berhasil merebut hati penonton.
Ads

Beberapa judul lain terpantau masih mampu bertahan di daftar terlaris meskipun mengalami penurunan peringkat. Film horor "Black Blood" merosot dari posisi ketiga ke posisi ketujuh. Sementara itu, "Tukar Takdir" turun satu tingkat ke posisi sembilan. Di tengah dominasi film lokal, beberapa judul mancanegara masih mampu menyusup ke jajaran 10 besar. "Roofman", film yang mengangkat kisah nyata Jeffrey Manchester, berhasil menempati posisi kedelapan. Adapun film asal Malaysia berjudul "Qifarah" secara konsisten mengamankan posisi buncit di peringkat ke-10 sejak pekan lalu.

Berikut adalah daftar lengkap Top 10 Film Netflix Indonesia pekan ini:
Ads
1. Jangan Panggil Mama Kafir
2. War Machine
3. Shutter
4. Air Mata di Ujung Sajadah
5. Pengin Hijrah
6. Kang Solah from Kang Mak x Nenek Gayung
7. Black Blood
8. Roofman
9. Tukar Takdir
10. Qifarah

Sumber: CNN

FolksVoice

Lihat Semua
Sony Novian

Sony Novian

Co-Founder of Katagonia Language Solutions

Eksklusif 06 Mar 2026

Di Balik Mikrofon: Hal-Hal yang Tidak Pernah Didengar Publik dari Seorang Interpreter

Tapi tahukah Anda? Semua itu terbayar lunas ketika dua pihak yang berbeda bahasa bisa berjabat tangan dengan hangat, ketika kontrak senilai miliaran rupiah ditandatangani, atau ketika misi kemanusiaan berhasil dijalankan. Di balik mikrofon, saya tidak mencari tepuk tangan. Saya hanya ingin dunia ini sedikit lebih terhubung.

Sony Novian

Sony Novian

Co-Founder of Katagonia Language Solutions

Eksklusif 06 Mar 2026

Ketika Bahasa Menjadi Jembatan, Bukan Sekadar Kata

Dalam banyak pertemuan internasional yang saya hadiri, saya sering menyaksikan bagaimana satu kata yang diterjemahkan dengan nuansa yang sedikit berbeda dapat mengubah suasana sebuah diskusi. Bahasa tidak hanya membawa makna, tetapi juga emosi, konteks, dan kadang juga strategi.

Berita Terkait

Komentar 0 Komentar

Tulis Komentar

Anda harus login untuk berkomentar.

Login / Daftar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!