OTOMOTIF
Motor
Kalah Telak! Yamaha Tergusur dari Posisi 3 Besar, TVS India Jadi Raja Baru
Tim Redaksi
05 Mar 2026 19:50
700 kali
Gambar Ilustrasi
Sementara itu, posisi puncak masih aman dikuasai oleh Honda. Raksasa Jepang ini mencatatkan penjualan 16,44 juta unit pada 2025, meningkat 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 15,51 juta unit. Di posisi kedua, Hero MotoCorp, juga pabrikan asal India, tetap perkasa dengan penjualan 6,25 juta unit, naik 5,2 persen dari 5,94 juta unit pada 2024.
FolksInsight.com - Peta persaingan industri sepeda motor global mengalami perubahan besar. Yamaha, pabrikan asal Jepang yang selama ini kokoh di jajaran atas, resmi turun takhta. Posisinya sebagai merek motor terlaris ketiga di dunia kini direbut oleh TVS Motor Company, produsen asal India yang terus menunjukkan tajinya di pasar internasional. Pergeseran ini menjadi bukti nyata semakin dominannya pengaruh pabrikan India di kancah global.
Berdasarkan data industri yang dirangkum oleh Autocar Professional, TVS mencatatkan penjualan fenomenal sepanjang tahun 2025. Perusahaan asal India ini berhasil menjual sebanyak 5,46 juta unit motor, mencatatkan pertumbuhan impresif sebesar 20,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 4,52 juta unit.
Di sisi lain, Yamaha justru mengalami stagnasi. Pabrikan bergaris garpu tala tersebut hanya mampu menjual sekitar 5 juta unit motor sepanjang 2025. Pertumbuhannya pun tipis, hanya 0,8 persen dari 4,96 juta unit pada tahun 2024.
Sementara itu, posisi puncak masih aman dikuasai oleh Honda. Raksasa Jepang ini mencatatkan penjualan 16,44 juta unit pada 2025, meningkat 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 15,51 juta unit. Di posisi kedua, Hero MotoCorp, juga pabrikan asal India, tetap perkasa dengan penjualan 6,25 juta unit, naik 5,2 persen dari 5,94 juta unit pada 2024.
Dominasi pabrikan India di kancah global semakin terlihat. TVS kini menguasai sekitar 19-20 persen pangsa pasar di negara asalnya, menjadikannya produsen motor terbesar ketiga di India setelah Hero MotoCorp dan Honda. Salah satu kunci sukses TVS adalah kemampuannya membaca tren pasar, terutama meningkatnya permintaan motor premium di segmen 150cc ke atas.
Selain menguasai pasar domestik, TVS juga agresif di pasar ekspor. Kehadiran kuat di segmen pasar massal dengan pilihan produk beragam membuat pabrikan ini diminati di berbagai negara berkembang, terutama di kawasan Afrika. Ekspor yang signifikan menjadi suntikan utama pertumbuhan penjualan TVS.
Tak berhenti di situ, TVS kini juga tengah serius merambah segmen motor listrik yang permintaannya terus meningkat. Pabrikan asal India ini bertekad untuk terus memperkuat penelitian dan pengembangan guna mendorong ekspansi global lebih jauh lagi.
Lalu, apa yang menyebabkan Yamaha tergelincir? Analisis menunjukkan bahwa Yamaha telah lama beralih ke segmen yang lebih khusus atau niche dalam pasar motor massal. Strategi ini membuat pangsa pasar mereka di segmen entry-level tergerus. Selain itu, penjualan Yamaha sebagian besar bergantung pada pasar negara maju yang pertumbuhan permintaannya cenderung lambat dibandingkan pasar negara berkembang yang agresif seperti India dan Afrika.
Sepanjang 2025, kinerja Yamaha di berbagai pasar menunjukkan hasil yang beragam. Penjualan memang meningkat di Jepang, tetapi justru melemah di pasar-pasar utama seperti Amerika Serikat dan Eropa. Di kawasan berkembang, produksi dan pengiriman sempat terhenti di Vietnam, meskipun ada kabar baik dengan peningkatan penjualan di Indonesia, Filipina, dan Thailand.
Yamaha juga dihadapkan pada tantangan internal. Perusahaan mengalami penurunan pendapatan operasional akibat berbagai faktor, termasuk kenaikan biaya pengadaan komponen, biaya penelitian dan pengembangan yang membengkak, peningkatan upah tenaga kerja, serta dampak dari kebijakan tarif terbaru yang diterapkan di Amerika Serikat.
Kombinasi antara agresivitas TVS dan stagnasi Yamaha inilah yang akhirnya mengubah peta kekuatan industri motor global. Kini, TVS resmi naik kelas sebagai pemain besar yang patut diperhitungkan, sementara Yamaha harus bekerja keras untuk merebut kembali posisi yang telah lama mereka tempati.